0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tingkat Kepatuhan Wajiib Pajak Solo Sangat Rendah

dok.timlo.net/setyo pujis
(dok.timlo.net/setyo pujis)
Solo – Kantor wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak II Jawa Tengah terus mendorong para wajib pajak untuk bisa mematuhi dan memanfaatkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 29 dan 91. Pasalnya sejak diberlakukan kebijakan tersebut, respon para wajib pajak (WP) masih sangat minim.
“Padahal dengan diberlakukanya PMK 29 dan PMK 91 ini mereka bisa mengajukan penghapusan sanksi jika ingin membetulkan atau melaporkan keterlambatan SPT untuk tahun pajak 2014 dan sebelumnya,” ujar Kepala Kanwil DJP II Jawa Tengah, Yoyok Satiotomo kepada wartawan, Selasa (30/6).
Menurutnya, hingga saat ini kesadaran wajib pajak untuk menggunakan fasilitas tersebut masih sangat minim atau sekitar 20 persen dari total wajib pajak yang ada di Kota Solo. “Sedangkan untuk tingkat kepatuhan wajib pajak hingga saat ini juga terbilang masih sangat rendah atau di bawah 70 persen dari target 72,5 persen yang kita canangkan,” tandasnya.
Dijelaskan, jika berdasarkan ketentuan umum dan tata cara perpajakan, pajak terutang yang tidak dibayar dalam batas waktu pembayaran akan dikenakan sanksi 2 persen per bulan. Keterlambatan pelaporan SPT tahunan PPh orang pribadi dan SPT masa PPh akan dikenakan denda Rp 100 ribu. Keterlambatan pelaporan SPT tahunan PPh badan didenda Rp 1 juta, sementara keterlambatan SPT Masa PPN Rp 500 ribu.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge