0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Tutup Paksa Akses Jalan ke Pabrik Penambangan Batu

timlo.net/tarmuji

Puluhan warga menutup akses jalan masuk ke area pabrik penambangan batu

Wonogiri — Puluhan warga Dukuh Tulakan, Glagahan, dan Gunung Wiu, Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo, menutup paksa jalan akses menuju lokasi penambangan batu milik PT Ratna. Mereka mengeluhkan aktifitas penambangan batu yang membuat resah warga setempat.

“Setelah kami musyawarah kemarin sore (Senin, 29/6 – Red), akhirnya kami sepakat menutup jalan kampung ini, demi kenyamanan hidup kami,” ungkap Kepala Dusun (Kadus) Tulakan Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo, Suyatno saat dijumpai wartawan, Selasa (30/6).

Menurut Suyatno, aksi protes warga ini merupakan aksi kali kedua. Sebelumnya pada Senin (22/6) lalu warga juga menggeruduk basecamp penambangan batu itu. Mereka memprotes penggunaan bahan peledak di lokasi penambangan batu.

“Memang waktu itu, pihak pabrik, katanya mau duduk bersama untuk membicarakan masalah ini, tapi nyatanya sampai saat ini tidak ada. Bahkan, setelah aksi protes pertama, selang tiga hari mereka kembali menggunakan peledak lagi, “ujarnya.

Sedang protes kali kedua ini, lanjut Suyatno merupakan buntutnya. Pasalnya selama ini pihak pabrik tidak ada itikad baik. Peledakan batu dengan bahan peledak, getarannya hingga radius satu kilometer. Bahkan pecahan batu kecil sampai jatuh ke pekarangan rumah warga.

“Setiap menjelang pukul 16. 00 WIB hingga 17. 00 WIB, warga sekitar memilih mengungsi ke rumah tetangga. Sebab jam-jam segitu, bahan peledak digunakan oleh pabrik,” terangnya.

Dikatakan, aktifitas penambangan yang dilakukan PT Ratna itu dikhawatirkan dapat merusak sumber air. Menurut dia, saat ini ada beberapa sumur milik warga mulai terdampak, yakni debet air mulai berkurang. Padahal sebelum ada aktifitas penambangan, debet air tidak ada kendala.

“Gunungan tanah dari pengerukan bukit yang akan diledakkan ditumpuk di empat titik di dalam dusun kami ini. Jika musim hujan, lumpurnya itu ke jalan dan bahkan masuk ke aliran sungai. Musim kemarau seperti ini debunya minta ampun mas, “katanya.

Takhanya itu saja, lanjut Suyatno, penambangan batu juga merusak akses jalan kampung. Bahkan, tanah warga disisi kanan dan kiri mulai terdesak lantaran jalan mulai melebar.

“Truk berukuran besar dengan roda lebih dari empat lalu lalang mengangkut pecahan-pecahan batu dari atas bukit. Padahal dulu, dilalui mobil biasa saja sulit, “tegasnya.

Dia menambahkan, berdasar kesepakatan warga tiga dusun, warga meminta agar Pemkab Wonogiri memperhatikan kelangsungan hidup mereka.

“Atas kesepakan, warga meminta pabrik ini ditutup,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge