0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Tol Soker, Papan Peringatan Kejutkan Warga

Papan Peringatan Dilarang menggunakan lahan yang terkena jalan tol,mengejutkan warga (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali —  Sejumlah papan larangan memanfaatkan lahan yang terkena proyek jalan tol Solo-Kertosono (Soker) di Desa Denggungan, Banyudono, Boyolali mengejutkan warga sekitar. Papan larangan berisi peringatan agar warga tidak masuk dan memanfaatkan tanah.

“Tidak tahu siapa yang memasang, tahu-tahu sudah ada,” ungkap Ahmadi (65), warga Dukuh Krecek, Desa Denggungan, Banyudono, Selasa (30/6).

Diakui, papan larangan tersebut sudah ada sejak tiga hari lalu. Warga sekitar sempat mempertanyakan keberadaan papan larangan tersebut, pasalnya selama ini  belum pernah ada sosialisasi terkait pemanfaatan tanah
yang sudah mendapatkan ganti rugi.

“Kan belum semua pemilik tanah menyetujui pembayaran ganti rugi, kok tiba-tiba sudah ada papan larangan,” imbuhnya.

Meski dirinya sudah mendapatkan ganti rugi, namun mestinya pihak berwenang memberitahukan prihal pemasangan papan larangan tersebut. Ahmadi mengaku lahan sawahnya yang terkena proyek tol Soker seluas 700 m2 dengan ganti rugi sebesar Rp 277 juta. Selama ini, lahan tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan batu bata.

Warga lain, Mitro (65), warga Dukuh Pandanan, Desa Denggungan, mengaku belum mengetahui larangan pemanfaatan tanah yang terkena proyek jalan tol. Saat ini,bahkan dirinya masih mengarap lahanya untuk bertanam kacang tanah.

“Masih saya tanami kacang tanah, belum ada pemberitahuan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kades Denggungan, Junaedi, mengaku pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan dari Pemkab Boyolali dan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tol Soker. Surat tersebut berisi pemberitahuan kepada seluruh pemilik tanah yang sudah menerima ganti rugi agar tidak memanfaatkan tanah yang terkena proyek. Karena tanah akan segera dibangun proyek tol Soker.

“Tapi dalam surat tidak disebutkan pemilik bisa tetap gunakan tanahnya sebelum proyek berjalan,kalau tetap dimanfaatkan bukan tanggung jawab kami,” imbuhnya.

Untuk proses pembebasan tanah di wilayahnya saat ini sudah mencapai 80 persen, sedangkan sisanya masih dalam proses.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge