0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ribuan Warga Giritontro Alami Krisis Air Bersih

dok.timlo.net/nanin
Pemkab siap droping air ke daerah rawan kekeringan (dok.timlo.net/nanin)

Wonogiri — Lima desa di Kecamatan Giritontro mulai mengalami kekurangan air bersih akibat musim kemarau ini. Kelima desa/kelurahan itu yakni Jatirejo, Ngargoharjo, Tlogosari, Tlogoharjo dan Bayemharjo. Total keseluruhan di lima desa itu ada sebanyak 10.720 jiwa, atau 3.255 warga yang kekurangan air bersih tersebar di 61 dusun.

“Untuk mengatasi kekurangan air tersebut, kami telah mengajukan bantuan air bersih ke Pemkab Wonogiri,” ungkap Camat Giritontro, Joko Waluyo saat dihubungi wartawan, Selasa (30/6).

Dijelaskan, di Giritontro ada sebanyak 10 telaga yang digunakan warga untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Namun, pada musim kemarau seperti sekarang, hanya ada dua telaga yang masih ada airnya. Delapan telaga lainnya sudah tidak ada airnya. Kekeringan sudah berlangsung satu bulan.

“Dua telaga yang masih ada airnya itu ada di Desa Tlogosari dan Kelurahan Bayamharjo. Namun, kondisi airnya kedua telaga itu keruh dan tidak layak dikonsumsi,” kata Joko.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, lanjut dia, warga harus membeli air bersih dengan cara menjual hewan ternak.Meningkatnya permintaan air bersih membuat harga air bersih ikut naik dari sebelumnya Rp100.000/tangki menjadi Rp150.000/tangki, dengan ukuran per tangki 6.000 liter.

Ditambahkan, di lima desa kekeringan itu sebenarnya sudah pernah dilakukan pengeboran sumur dalam. Namun, hanya Desa Tlogoharjo yang sukses mendapatkan sumber air. Karena keterbatasan alat seperti pipa isntalasi hingga diesel pemanfaatan air sumur dalam itu terhenti sampai sekarang.

“Kami meminta kepada Pemkab untuk memberikan bantuan alat agar bisa menghidupkan air sumur dalam. Kalau tidak setiap musim kemarau warga kekurangan air bersih,” katanya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan sampai sekarang sudah ada tiga kecamatan yang mengajukan permintaan bantuan air bersih. Tiga kecamatan itu yakni Giritontro (5 desa), Pracimantoro  (7 desa), dan Paranggupito (6 desa). Itupun akan dilakukan tapi tidak serentak, skala prioritas diutamakan. Guna mencukupi kebutuhan air,BPBD Wonogiri mengajukan dana senilai Rp 900 juta ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Lima kecamatan yang masuk daerah rawan kekeringan belum megajukan permintaan bantuan air bersih karena sumber air bersih masih tersedia,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge