0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Asyiknya Jalan-Jalan ke Nusakambangan

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Sebuah benteng pertahanan peninggalan bangsa Portugis di Nusakambangan Timur, Cilacap (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Cilacap — Bagi banyak orang, Pulau Nusakambangan di Kota Cilacap, Jawa Tengah identik dengan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Indonesia yang tersohor. Ya, Pulau Nusakambangan ibarat seperti Pulau Alcatraz sebagai sebuah penjara bagi para narapidana kelas kakap yang super ketat penjagaannya.

Namun jangan salah bila di balik seramnya bayang-bayang LP Nusakambangan, menyembul sebuah panorama cantik dan menarik para wisatawan. Adalah lokasi wisata bernama Pulau Nusakambangan Timur yang eksotis.

Bila anda sudah menginjakkan kaki di Kota Cilacap, rasanya hambar bila tak sekalian mampir di lokasi ini. Sebenarnya lokasi wisata Nusakambangan Timur tidak jauh dari Kota Cilacap. Hanya cukup menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer dari Pantai Teluk Penyu, sebuah pantai nan ramai di selatan Kota Mendoan itu.

Hanya perahu motor sebagai satu-satunya transportasi yang bisa mengantar wisatawan sampai ke dermaga Nusakambangan Timur. Cukup dengan merogoh kantong Rp 20 ribu untuk setiap orang dengan menaiki perahu motor, itu pun sudah termasuk pulang-pergi.

Sekitar 15 menit lamanya waktu perjalanan perahu motor dari Pantai Teluk Penyu menuju dermaga Nusakambangan Timur. Wisatawan bakal merasakan sensasi dan memacu adrenalin saat perahu yang ditumpangi melawan ombak-ombak cukup besar, bila menyeberang pada pagi hari. Kemudian akan dikenakan biaya masuk Rp 5 ribu untuk mengeksplorasi spot-spot wisatanya. Ada lima titik lokasi wisata di area Nusakambangan Timur. 

Begitu menginjakkan kaki di dermaga, langsung disuguhi beberapa aktifitas warga setempat seperti berjualan aneka makanan dan minuman. Tak ketinggalan adalah selalu ada mendoan yang merupakan ciri khas Cilacap. Bahkan penjual batu akik pun bak cendawan di musim hujan yang ada di sekitar dermaga Nusakambangan Timur. Mereka menawarkan aneka jenis batu mulia yang konon diambil dari sekitar Pulau Nusakambangan.

Wisatawan juga bisa memilih dengan berjalan kaki layaknya mendaki gunung atau menaiki truk yang didesain menampung penumpang dengan kursi dan atap. Cukup membayar Rp 5 ribu untuk menaiki truk wisata dari pintu masuk hingga lokasi wisata paling ujung berjarak sepanjang 1 km, mengingat jalannya yang berbatu dan naik turun.

Lokasi yang pertama adalah dua Goa alami yang bernama Wiryalodra dan Nagaraja. Lokasi berikutnya Pantai Karang Bolong yang memiliki pasir putih dan penuh bebatuan. Lalu sebuah peninggalan bersejarah dari bangsa Portugis yakni Benteng yang lengkap dengan ruang penyimpanan senjata, penjara, hingga ruang pembantaian tawanan. Tak ketinggalan meriam kuno Portugis di beberapa sudut benteng.

Lokasi paling ujung adalah Pantai Karangpandan yang juga berpasir putih serta bebatuan. Banyak ditemukan pohon rindang dan bangku dari bambu untuk memanjakan wisatawan bersantai di Pantai ini. Wisatawan bisa saja tertidur pulas bila sudah berada di bawah pohon menghadap ke pantai dan ditiup angin laut. Sepanjang mata memandang, hamparan laut Samudera Hindia dan beberapa kapal tanker berlabuh menjadi pemandangan yang unik.

Eksotisme Nusakambangan Timur ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Cilacap. Sebuah harta berupa wisata potensial yang terpendam di Bumi Panginyongan. Selamat berwisata di Nusakambangan Timur!

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge