0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Koalisi Majapahit Yakin Kalahkan Risma-Whisnu

merdeka.com

Koalisi Majapahit

Timlo.net — Enam ketua partai politik di Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/6) sore resmi mendeklarasikan Koalisi Majapahit untuk melawan calon incumbent, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana di Pilwali Kota Surabaya, 9 Desember 2015 mendatang. Diambil nama Koalisi Majapahit, dijelaskan panitia acara, AH Tony, karena lokasi deklarasi berada di Hotel Majapahit.

“Di tempat ini, ada nilai sejarah perlawanan perang kemerdekaan 1945. Sejarah perjuangan Arek-Arek Suroboyo semoga jadi inspirasi perjuangan ini,” terang AH Tony di depan para tetua partai.

Sementara itu, enam ketua partai yang hadir dalam deklarasi, antara lain; Ketua PKB (5 kursi) Syamsul Arifin, Ketua Demokrat (6 kursi) Hartoyo, Ketua Gerindra (5 kursi) Sutadi, Ketua PKS (5 Kursi), Ibnu Sobir, Plt Golkar (4 kursi) M Alyas, dan Ketua PAN (4 kursi) Surat.

“Calon-calon di Surabaya, sudah muncul, sehingga koalisi enam partai ini tidak mungkin kalah. Kita tidak mungkin datang untuk kalah, tapi untuk menang. Itu opsi kita mengikuti Pilkada ini,” dalih Ketua PKB Surabaya, Syamsul Arifin di sela deklarasi.

Sampai saat ini, mereka belum memiliki figur top untuk menandingi pasangan Risma-Whisnu. Hingga saat ini, calon patahana yang diusung partai pemilik 15 kursi di DPRD Surabaya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut, masih di atas angin.

“Saya yakinkan, wali kota (Surabaya) besok, adalah seorang laki-laki bukan perempuan. Seperti yang pernah saya katakan dulu, Risma itu pemimpin yang biasa-biasa saja. Kalau dibandingkan dengan saya, memang saya juga biasa-biasa, tapi paling tidak, saya masih satu strip di bawah Risma,” ucapnya.

Kembali Syamsul melanjukan, di Pilwali Surabaya, Desember 2015 nanti, pihaknya ingin menciptakan pemimpin yang mau saling menghormati.

“Dalam sejarah Pilkada, siapa bilang incumbent tidak bisa dikalahkan. Saat Jokowi (Joko Widodo) maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, bisa mengalahkan Foke. Ini bukti, incumbent bukan tidak bisa dikalahkan,” sambungnya.

Senada, Ketua Gerindra Surabaya, BF Sutadi juga mengatakan, Koalisi Majapahit dibentuk bukan bermaksut menjegal pasangan Risma-Whisnu, tapi untuk melahirkan kompetisi yang sehat di Pilkada mendatang, juga bukan tunduk pada wacana aklamasi.

“Kita ingin melahirkan kompetisi yang sehat. Teknisnya, kita akan kerja keras menyusun strategi. Ide aklamasi, itu tidak masuk akal, karena tidak sesuai dengan undang-undang. Pilkada, harus ada minimal dua calon. Kita akan mencari pasangan yang cocok untuk melawan incumbent,” tegasnya.

[tyo]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge