0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasoepati Klaim Diserang Lebih Dulu

merdeka.com
Ilustrasi penganiayaan (merdeka.com)

Solo –  Rombongan suporter Persis Solo, Pasoepati, Senin (29/6) pagi diserang oleh sekelompok orang yang diduga suporter PSIM, Brajamusti. Insiden itu berawal saat Pasoepati melewati kawasan ring road Yogyakarta usai pulang dari Cilacap.

“Kami sudah diserang dulu dalam perjalanan dari Wates hingga Kasihan. Kami tidak tahu siapa yang melakukan penyerangan, namun yang pasti kami mendapat empat bendera Brajamusti saat mengejar para pelaku yang melempari kami. Dari insiden itu kaca bus pecah semua. Kerugian mencapai Rp 3,5 Juta,” beber salah satu anggota Pasoepati yang ikut dalam rombongan itu, Senin (29/6).

Saat itu, dua rombongan Pasoepati melintas ring road selatan Jogja, dan dua lainnya melalui jalur ring road utara Sleman. Empat bus yang membawa Pasoepati itu diserang oleh sejumlah orang. Setelah diserang, Pasoepati membalas serangan dan mengejar. Pasoepati menemukan sejumlah bendera Brajamusti (suporter PSIM-red). Padahal, tidak ada pertandingan sepak bola di Yogyakarta, termasuk PSIM sendiri.

Padahal sebelumnya, Sekjen DPP Pasoepati, Anwar Sanoesi menghimbau kepada seluruh anggotanya untuk menghindari jalur DIY. Namun beberapa diantaranya tetap memilih lewat Kota Gudheg untuk mempersingkat waktu perjalanan.

Salah satu dirijen Pasoepati Vivi Anjani, yang berada dalam rombongan, mengaku memang sengaja melewati DIY. Karena waktu tempuh dari Cilacap ke Solo lebih dekat jika melewati wilayah tersebut, dengan selisih waktu dua jam.

“Kami lewat jalur DIY agar teman-teman yang bekerja tidak terlambat. Karena jarak tempuhnya hanya enam jam kalau lewat Jogja. Kalau harus lewat Banjarnegara-Temanggung bisa sembilan jam,” ungkap Vivi.

Sementara tiga bus Pasoepati yang melewati jalur tengah (Banjarnegara-Temanggung) tiba di Kota Bengawan tanpa mengalami insiden seperti di Jogja.

“Pertimbangan kami karena pernah terjadi hal yang sama tahun lalu. Makanya rombongan pilih lewat jalur tengah dan tak ada kerusakan apapun,” kata Menteri Luar Negeri DPP Pasoepati, Arnez.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge