0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harumnya Dawet Pisang

timlo.net/nanin

Segar dan Harumnya Es Dawet Pisang untuk berbuka puasa

Boyolali — Minuman dawet biasanya menjadi favorit selama menjalankan ibadah puasa. Biasanya, dawet terbuat dari tepung beras, namun di Dusun Muncar, Desa Kemasan, Sawit, kalangan ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok wisata Dewa Emas, mengembangkan dawet dengan bahan pisang.

Menurut salah satu anggota Dewa Emas, Sri Supriyanti, ide pembuatan dawet dengan bahan baku pisang ini dimulai dari melimpahnya hasil bumi pisang milik warga kampung. Karena harganya sangat murah dan tidak banyak dimanfaatkan, akhirnya muncul ide pembuatan dawet berbahan pisang.

“Pisang disini harganya sangat murah, kalau dibuat dawet, nilai ekonomisnya lebih tinggi,” ujarnya, Senin (29/6).

Pembuatan dawet berbahan pisangpun tidaklah sulit. Bahkan hanya membutuhkan waktu setengah jam, dawet pisang ini sudah jadi dan siap dikonsumsi. Hanya saja, karena tanpa bahan pengawet, dawet pisang ini hanya mampu bertahan sekitar 10 jam.

“Kalau ditempatkan di lemari pendingin, bisa lebih tahan,” imbuhnya.

Untuk pembuatan dawet pisang, bisa menggunakan pisang berbagai jenis. Pisang yang dibutuhkan yang sudah matang, dikupas kemudian diblender. Setelah itu, pisang yang sudah diblender ini dicampur tepung sagu dan dimasak hingga mendidih.

“Setelah masak, baru kita cetak dan direndam di air dingin,” tambahnya.

Untuk saat ini, dawet pisang baru dijual di sekitar kampung, satu bungkus dawet pisang dijual Rp 2500. Ke depan, dawet pisang ini rencananya akan dijual ke pasar-pasar tradisional.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge