0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dikeroyok di Prambanan, Indra Dirawat di RSUP Tegalyoso

dok.merdeka.com
Ilustrasi pengeroyokan (dok.merdeka.com)

Klaten — Indra Permana terbaring lemas di ruang isolasi RSUP Soeradji Tirtonegoro, Tegalyoso, Klaten. Diduga, dia menjadi korban pengeroyokan suporter sepakbola di perbatasan Provinsi DIY-Jateng, di daerah Kecamatan Prambanan, Senin (29/6) pagi.

“Sepeda motor Indra (korban) Honda Revo, tapi plat nomernya AD. Dia warga Nusukan, Solo. Kata teman saya yang berhasil lolos dari pengeroyokan, dia dikeroyok di Prambanan,” sebut teman korban, Akhmad Rokhim, Senin (29/6).

Berdasarkan cerita kawannya yang lolos itu,  korban mengendarai motor seorang diri. Seperti biasa, mereka hendak berangkat bekerja di sebuah koperasi di daerah sekitar Bandara Adi Sucipto, Yogya. Ketika melintasi Prambanan, Klaten, laju motornya dihentikan oleh
sekelompok orang tak dikenal.

“Saat baru sampai Piyungan dan ditelepon kawan saya yang lolos itu bahwa Indra menjadi korban pengeroyokan. Lalu saya mendatanginya di Prambanan dan mengantarkannya ke sini (Rumah Sakit). Ini sedang menunggu hasil CT Scan, sedangkan pihak keluarga masih dihubungi,” katanya saat ditemui di Ruang Dahlia no 8 RSUP Tegalyoso.

Sebelumnya, Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo membenarkan peristiwa itu. Pihaknya masih meminta keterangan dari para saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP).

“Permusuhan lama antara suporter Pasoepati Solo dan suporter Sleman. Ada tiga bus Pasoepati yang melewati Sleman dihadang oleh warga setempat lalu berhasil diamankan Polres Sleman. Kemudian mereka dikawal sampai melewati batas provinsi DIY-Jateng, di Prambanan dan melakukan sweeping kepada pengguna motor plat AB,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge