0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Margriet dan Agus Diancam Hukuman Mati

Siswa SD di Solo gelar aksi keprihatinan atas dibunuhnya Angeline (dok.timlo.net/achmad khalik)

Timlo.net — Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe diketahui merupakan eksekutor pembunuhan yang menyebabkan bocah delapan tahun itu tewas dan telah direncanakan. Polisi pun menjerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Tersangka M dikenakan pasal berlapis. Selain pelaku dalam menghilangkan nyawa seseorang juga kasus penelantaran anak. (Untuk pembunuhan) Pasal yang disangkakan kepada Margriet adalah pasal KUHP 340 tentang pembunuhan berencana jo 388,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto di kantornya, Minggu (28/6) malam.

Hery mengatakan, Margriet ditetapkan sebagai tersangka hilangnya nyawa Angeline sejak Minggu sore. Penetapan ini berdasarkan bukti-bukti temuan di lokasi rumah Margriet yang menunjuk bahwa ibu angkat Angline adalah pelaku utama dalam kasus pembunuhan Angeline.

Dirinya memastikan, ditetapkannya Margriet berdasarkan alat bukti temuan di lokasi rumah jalan Sedap Malam. Hal lain yang mendukung adalah adanya kecocokan antara keterangan saksi Agustinus (agus) terhadap temuan di lokasi. “Cukup kuat pembuktian yang kita temukan antara keterangan saksi dan hasil olah TKP, menujuk pada tersangka nyonya M (Margriet),” terangnya.

Disebutkannya bahwa, bukti lainnya adalah berdasarkan hasil otopsi dari tim forensik RSUP Sanglah Denpasar, yang mengarah adanya tindak kekerasan.

Dengan ditetapkannya Margriet sebagai pelaku utama pembunuhan terhadap Angeline, tidak membuat Agustinus (Agus) bebas begitu saja. Namun, Agus dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan turut serta melakukan pembunuhan dengan ancaman maksimal yaitu hukuman mati.

Hery Wiyanto mengaskan, dengan adanya tersangka baru bukan berarti Agus bebas dari sangkaan awal. Bahkan dalam kasus ini, Agus ikut terlibat hanya saja perannya berubah.

“Untuk tersangka Ags (Agus), tetap terlibat dalam kasus ini. Hanya saja bukan sebagai pelaku, tetapi perannya hanya membantu,” ungkap Hery di Mapolda Bali, Minggu (28/6).

Terkait hal ini, Hery enggan merinci secara spesifik peran Agus sesungguhnya. Membantu untuk membunuh atau menguburkan.

“Kan sudah saya katakan tadi, bahwa M pelakunya. Untuk Ags hanya membantu, soal membantu apa. Itu sudah masuk ke materi,” kelit Hery.

Kata Hery, ada pasal yang merubah Agus. Jika sebelumnya dijerat pasal 338 tentang pembunuhan. Kini dikenakan 340 junto 56 tentang perencanaan.

“Soal pembuktian nanti kita buktikan di pengadilan,” singkat Hery.

[eko]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge