0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi Tolak Revisi UU KPK, Fahri: Kamu Bukan Raja!

Fahri Hamzah. twitter/@kawanFH (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Rencana revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menuai polemik. Meski menuai pro dan kontra, para wakil rakyat di DPR pada rapat paripurna DPR, Selasa (23/6) lalu, menyetujui untuk memasukkan RUU KPK ke dalam Prolegnas prioritas 2015.

Hal itu langsung disikapi oleh pemerintah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menolak revisi dilakukan. Jokowi memerintahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly untuk mengirimkan surat resmi kepada DPR.

“Jadi saya mendengar Menkum HAM itu telah mengirimkan surat pada pimpinan DPR. Tapi saya belum lihat, jadi nanti cek aja,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/6).

Menurutnya, Jokowi tak punya niat merevisi UU KPK. Jokowi, kata Pratikno, lebih mengutamakan fokus untuk merevisi KUHP dan KUHAP yang memang sudah menjadi agenda lama yang harus segera diprioritaskan.

“Hanya sayangnya sekarang ini kan sudah masuk Prolegnas sebagaimana yang disampaikan DPR. Oleh karena itu presiden minta Menkum HAM untuk membicarakan dengan DPR. Nah makanya mungkin surat yang disampaikan Menkum HAM berkaitan dengan itu,” katanya.

Sikap Jokowi tersebut langsung mendapat tanggapan keras dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Politikus PKS ini menyayangkan sikap Jokowi memerintahkan Menkum HAM Yasonna Laoly mengirim surat penolakan revisi UU KPK ke DPR.

Fahri menilai sikap Jokowi menunjukkan ketidakterbukaan seorang presiden di hadapan publik.

“Seharusnya ada Jubir. Ini hanya sepotong-sepotong. Ini ngomong setengah-setengah. Tidak ada konsep. Kalau tidak setuju dia (Presiden Jokowi) kirim menteri. Ini apa? Ini bukan kerajaan, puaskan hati publik. Ngomong yang sebenarnya,” kritik politisi PKS ini di Gedung DPR-MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6).

Fahri membandingkan sikap Jokowi dengan DPR yang selalu terbuka kepada media. Fahri bahkan mengibaratkan sikap Jokowi memerintahkan Menteri Yasonna tersebut seperti zaman kerajaan di mana seorang raja punya wewenang dan kuasa yang tak terbantahkan.

Fahri bahkan menegaskan Jokowi bukanlah seorang raja atau bos yang seenaknya memerintah.

“Kami saja selalu terbuka setiap kali wartawan mengepung kami dan kami tidak sembunyi. Ini apa, dia (Menteri Yasonna) datang dari dapur bilang presiden belum berkenan. Siapa kamu (Presiden Jokowi), kamu bukan raja, bos,” ujar Fahri terlihat kesal di wajahnya. [dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge