0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karyawam PJTKI Gantung Diri di Belakang Rumah

dok.merdeka.com
ilustrasi bunuh diri (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Laurent Resa (33), warga Perumahan Taman Marina Blok A6 Nomor 15 Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat (26/6) ditemukan tewas di belakang rumahnya sendiri. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan selang plastik yang biasa digunakan untuk menyirami tanaman.

Korban yang merupakan pejabat salah satu Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) tersebut ditemukan tewas dengan lehernya terjerat menggunakan selang plastik. Lidahnya menjulur lalu di telinga mengeluarkan darah.

Leman Harry (45), saksi mata yang juga tetangga korban, kepada wartawan mengungkapkan, jenazah pertama kali ditemukan oleh June Irawati (37), istri korban, tercintanya sekitar pukul 14.30 WIB.

“Istrinya (korban) June yang keseharian bekerja sebagai karyawati PT Cosmos, baru saja pulang dari tempat kerjanya mengendarai mobil. Saat masuk rumah June terhenyak mendapati suami tercintanya dalam kondisi gantung diri di teras bagian belakang rumah yang biasa digunakan menjemur pakaian,” ungkapnya.

Leman menjelaskan, dalam kondisi kalut dan panik, June langsung memotong selang plastik yang menjerat leher suaminya. Oleh sang suami, sebelum mengakhiri hidupnya, selang tersebut ditambatkan di sebuah kayu pada bagian atap belakang rumah.

“Mungkin korban sebelumnya menaiki atap rumah dan memasang tali di kayu, kemudian menjatuhkan diri ke bawah sebelum akhirnya tewas dengan leher tergantung. Kejadiannya sekitar pukul 14.30. Istrinya teriak-teriak lalu njerit-njerit (menjerit berkali-kali) memberitahukan kalau suaminya gantung diri. Kokoh…kokoh…kokoh (kakak) ke sini…ke sini cepet! Suami saya bunuh diri. Cepet ke sini,” ujarnya menirukan histerisnya sang istri.

Leman yang mendengar teriakan June langsung berlari mendatangi rumah korban dan berupaya mengecek korban, ternyata sudah tidak bernyawa lagi.

“Saya cek denyut nadinya di tangan ternyata sudah tidak ada. Saya lihat telinganya mengeluarkan darah dan lidahnya menjulur keluar,” tuturnya.

Leman kemudian langsung melaporkan kejadian itu ke warga yang lain dan ke Polrestabes Semarang. Saat kejadian, korban sedang di rumah sendirian. Istrinya setiap hari berangkat kerja di PT Cosmos Semarang.

Sebagai tetangga sebelah, Leman mengaku sama sekali tidak tahu apa penyebab dan masalah korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu.

“Terakhir sehari yang lalu sempat nongkrong dengan saya di depan rumah saya bercerita kalau dia (korban) akan diberikan kenaikan jabatan. Namun, korban harus melakukan pembenahan manajemen perusahaan,” paparnya.

Mendapatkan laporan, petugas Polsek Semarang Barat dan Tim Inafis Polrestabes Semarang yang menerima laporan langsung meluncur di lokasi kejadian.

Sejumlah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tidak ditemukan luka-luka akibat tindak kekerasan. Polisi hanya menemukan sebuah kursi di sekitar lokasi sudah dalam kondisi terjatuh. Diduga kuat korban menaiki atap dengan cara menaiki kursi tersebut.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaan kami korban naik kursi kemudian menjerat lehernya dengan selang dan meloncat dan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ungkap salah seorang petugas Inafis Polrestabes Semarang kepada wartawan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim kepolisian dan dibawa ke RSUP Dr Kariadi di Jalan Dr Sutomo, Kota Semarang untuk dilakukan otopsi dan visum et repertum guna menjalani proses penyelidikan.

[ren]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge