0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Serentak, di Jateng 4 Incumbent Direstui PDIP

PDI Perjuangan (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan telah merestui atau memberikan rekomendasi kepada empat orang calon kepala daerah di Jawa Tengah yang akan maju bertarung di Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Keempat calon kepala daerah itu adalah petahana atau incumbent Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, petahana Wali Kota Surakarta Hadi Ruyatmo, petahana Bupati Boyolali Seno Samudro dan petahana Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.

“Empat DPC sudah diputus oleh DPP. Pada hari ini teman-teman cabang sedang merangkum kembali proses strategi yang digunakan. Menyiapkan berbagai persyaratan. Cabangnya agak berbeda satu dengan lain. Solo akan maju sendiri. Kota Semarang akan berkoalisi beberapa partai. Boyolali juga berkoalisi, Sukoharjo juga demikian,” tegas Ketua Desk Pilkada DPD PDI Perjuangan Jateng Agustina Wilujeng kepada wartawan di Ruang Pertemuan Panti Marhen Jalan Brigjend Sudiarto, Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat(26/6) sore tadi.

Pada waktunya, kata dia, akan diumumkan partai pendukung yang berkoalisi.

“Untuk Kota Surakarta FX Rudyatmo dan incumbent Wawali Kota Purnomo. Awalnya, Pak Purnomo ingin maju sendiri sebagai calon wali kota. Namun setelah dilakukan mediasi Pak Purnomo bersedia dipasangkan kembali oleh DPP PDI Perjuangan,” ungkap Agustina yang juga anggota DPR ini.

Agustin menjelaskan keempat calon kepala daerah itu adalah Seno Samudro dan Wakil Bupati Said Hidayat (incumbent Bupati dan Wakil Bupati Boyolali), Wardoyo Wijaya dan Purwadi (Bupati Sukoharjo dan Wakilnya) yang merupakan anggota DPRD Sukoharjo aktivis PAC PDI Perjuangan di sana. Kemudian Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) untuk maju Pilwakot di Kota Semarang.

“Yang terakhir (Hevearita Gunaryanti Rahayu) ini bukan kader partai namun pejabat BUMD propinsi di bidang sumber energi gas di Cepu, Jawa Tengah. Harapannya terhadap calon Wakil Wali Kota Semarang Mbak Itak, dapat merangkul pihak di luar PDI Perjuangan terutama kaum perempuan,” ungkapnya.

“Sebelum dikeluarkannya rekomendasi empat calon wali kota dan wakil wali kota, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Pemalang sudah keluar. Maka, sebanyak 6 calon dari 9 calon kepala daerah dibicarakan. Sebanyak 12 masih dalam tahap survei kembali. Kemudian akan dipaparkan setelah survei periode kedua yang akan selesai pada 12 Juli mendatang. Ke-6 mereka incumbent semua,” jelasnya.

Agustina menjelaskan proses dan mekanisme keluarnya rekomendasi berjalan dengan cepat setelah dua hari melakukan proses.

“Rekomendasi berjalan cepat. Diputuskan setelah 2 hari proses jalan kita panggil calon untuk tandatangani beberapa formulir. Klausul di antaranya tidak dilakukan korupsi. Klausul membangun, merawat partai,” ungkapnya.

Sementara itu terkait survei tahap kedua menyangkut 12 calon lainnya perlu dilakukan karena menyangkut upaya koalisi dengan partai lain.

“Survei lagi. Survei pertama istilahnya bikin roti bolu. Kok rung mateng tambahi 10 menit. Ada proses intervensi dan pengolahan kondisi. Intervensi dari partai dan calon. Atau kepada partai yang mendukung atau mengusung,” tuturnya.

Yang pasti, menurut Agustina Wilujeng elektabilitas dan kepopuleran seseorang calon tidak menjamin mendapatkan rekomendasi. Namun, kemampuan komunikasi dengan partai lain salah satu penentu jatuhnya rekomendasi.

“Bukan elektabilitas dan kepopuleran tapi komunikasi dengan partai lain,” ungkapnya.

Setelah muncul rekomendasi, Agustina menyatakan DPD PDI Perjuangan Jateng akan bertugas melakukan monitoring sebagai upaya mengamankan rekomendasi itu sendiri.

“Paska rekom akan kita lakukan program monitoring untuk mengamankan rekom. Targetnya untuk Pilkada serentak di Jateng harus ada 15 kali kemenangan. Kalau dapat 16 kali kemenangan melebihi target dari 21 pilkada. Kita tunggu saja apakah penuhi target itu atau tidak,” tandasnya.

[ren]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge