0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siswa Gakin Masih Dipungut, Masyarakat Diminta Kritis

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti

timlo.net/daryono

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti

Solo – Komisi IV DPRD Solo meminta masyarakat untuk kritis terkait masih adanya pungutan uang masuk sekolah kepada siswa keluarga miskin (Gakin). Jika ada pungutan, siswa Gakin bisa mengajukan keringanan kepada sekolah.

Hal itu disampaikan Komisi IV menanggapi masih adanya pungutan uang masuk sekolah kepada siswa Gakin.

“Kalau untuk MOS, SPP, Pramuka itu memang sekolah boleh menarik. Kalau uang gedung jelas tidak boleh. Tetapi, kadang sekolah menarik uang pembanguan gedung yang tidak dibiayai APBD, misalnya masjid. Itu kita juga tidak bisa melarang,” kata Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti kepada wartawan, Jumat (26/6).

Hartanti menegaskan, sekolah dilarang menarik pungutan untuk item-item yang tidak mendapat pembiayaan dari APBD/APBN.  Di luar itu, sekolah bisa menarik pungutan. Oleh karena itu, Hartanti meminta masyarakat juga mempertanyakan peruntukan biaya yang ditarik pihak sekolah.

“Masyarakat jangan hanya menerima saja. Masyarakat harus kritis, penggunaannya untuk apa,” ujar dia.

Jika siswa gakin merasa keberatan dengan pungutan dari sekolah, Hartanti meminta siswa gakin mengajukan keringanan ke sekolah. Jika betu-betul gakin, Hartanti meyakini akan ada kebijakan keringanan dari sekolah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP Solo YF Sukasno menerima aduan pungutan uang masuk sekolah terhadap siswa gakin. Siswa itu diminta membayar uang dengan total Rp 1,180 juta. Perinciannya Rp 560 ribu untuk biaya daftar ulang, pembuatan kartu OSIS, Pramuka, asuransi dan lain-lain. Sisanya, Rp 620 ribu untuk pembayaran seragam sekolah.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge