0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Sidoharjo Tolak Pendirian Tower Seluler

Puluhan warga Sidoharjo berjajar membentangkan poster penolakan pendirian tower (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Puluhan warga Lingkungan Jarum RT 3/RW 1, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri menggelar aksi menolak berdirinya sebuah tower seluler serta menolak perpanjangan ijin tower. Mereka juga meminta agar tower segera dibongkar.
“Izin pendirian tower itu sudah habis sejak 3 Februari 2015 lalu. Sekarang sedang mengajukan perpanjangan izin ke Pemkab tetapi kami  menolaknya,” ujar Sri Jumiati, warga setempat, Jumat (26/6).

Menurut Sri Jumiati, tower itu dibangun di tanah milik salah satu warga setempat. Tower milik salah satu provider telekomunikasi dengan ketinggian tower mencapai 72 meter.

“Tower ini berdiri sejak 2005 silam,” jelasnya.

Dia mengatakan, pemilik tower pernah menggelar sosialisasi bersama warga. Yang intinya pemilik tower itu ingin warga sekitar menyetujui perpanjangan ijin selama 10 tahun ke depan. Namun, dengan tegas semua warga yang hadir dalam sosialisasi menolak dengan berbagai pertimbangan.

“Setiap turun hujan disertai petir selalu menyambar tower hingga menimbulkan percikan api. Warga yang tinggal di sekitar tower bahkan tidak berani berada di dalam rumah ketika turun hujan. Warga lebih memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.

Ditambahkan, setiap ada angin kencang warga takut tower itu roboh terlebih kondisi tower sangat ramping. Banyaknya permasalahan itu, lanjut dia, warga menolak perpanjangan izin tower dan meminta agar tower segera dibongkar karena izinnya sudah habis. Dia pun berharap Pemkab Wonogiri segera bertindak tegas.

“Sinyal tower itu diketahui juga merusak sejumlah alat elektronik seperti televisi dan radio milik warga,” imbuhnya.

Agus, warga setempat menambahkan, selama sepuluh tahun tower itu bediri pemilik tower hanya memberikan kompensasi kepada warga senilai Rp 100 ribu per kepala keluarga (KK). Menurut dia, kompensasi itu tidak sebanding dengan resiko yang mengancam warga. Dia juga mengatakan ,pada 28 April, warga telah melayangkan surat penolakan perpanjangan ijin pendirian tower ke kelurahan dan kecamatan.

“Kami sudah sepakat menolak perpanjangan izin tower dan meminta agar tower itu segera dibongkar,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge