0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mantan Napi Teroris Rawan Kembali ke Komunitasnya

dok.timlo.net/achmad khalik
Direktur Pemasyarakatan Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Priyadi (dok.timlo.net/achmad khalik)
Solo — Jumlah narapidana (Napi) teroris di Indonesia sebanyak 276 orang. Sebagian atau sekitar 94 Napi teroris telah dinyatakan bebas secara bersyarat. Kebebasan yang diperoleh, tidak serta merta membuat mereka bebas
sepenuhnya, melainkan masih di bawah pantauan pemerintah.
“Kami masih melakukan pendampingan terhadap mantan Napi teroris, biasanya yang paling dekat adalah pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas),” kata kata Direktur Pemasyarakatan Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), Priyadi saat ditemui wartawan di Solo, Jumat (26/6) siang.

Disinggung jumlah mantan Napi teroris di Soloraya, Priyadi mengaku, sebanyak 19 orang tersebar. Biasanya, mantan Napi teroris rawan kembali kekomunitas mereka. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya menggandeng pihak terkait untuk memberikan pembekalan supaya mereka mampu menghidupi diri dan keluarganya.

“Jika memiliki kemampuan untuk mandiri, kami yakin mereka tidak akan kembali menjadi teroris,” jelas Priyadi.

Dirinya berharap dengan digandengnya Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP) serta perwakilan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Solo dapat memberikan bimbingan kepada mantan napi teroris sehingga mereka dapat
mandiri dan berguna untuk masyarakat di sekitarnya.

“Pastinya, kami tidak ingin mereka kembali ke jalan yang salah. Jika mereka diterima di masyarakat, maka akan berguna dan dihargai di masyarakatnya tersebut,” kata Priyadi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge