0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

RSUD Wonogiri Bangun Gedung Senilai Rp 23 Miliar

Bupati Wonogiri Danar Rahmanto melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung tiga lantai poliklinik RSUD Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soediran Mangun Sumarso Wonogiri berencana membangun poliklinik berlantai tiga. Dana yang disediakan pun tidak tanggung-tanggung, yakni senilai lebih dari Rp 14 miliar. Tidak hanya poliklinik yang dianggarkan dalam tahun 2015 ini, setidaknya ada 3 pembangunan gedung dengan total anggaran Rp 23 miliar.
“Poliklinik yang lama kondisi gedung  sudah rusak, rangka atap lapuk serta ruang tunggu yang sempit. Kondisi itu membuat rumah sakit tidak mampu menampung pasien rawat jalan,” ujar Direktur RSUD Wonogiri, Setyarini, Jumat (26/6).

Dikatakan, sumber dana untuk pembangunan itu berasal Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD senilai Rp 14.986.775.000. Kemudian, dalam pembangunan gedung poliklinik 3 lantai itu, pihaknya menggandeng rekanan PT Bina Artha Perkasa Semarang. Sedangkan waktu pengerjaan selama 5 bulan. Dia juga menyebut, tiga pembangunan fasilitas RSUD itu saat ini masuk di Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Wonogiri untuk dilaksanakan pelelangan.

“Tiga pembangunan yang dianggarkan tahun 2015 itu yakni, pembangunan gedung sterilisasi central senilai Rp 2,06 miliar lebih, ruang rawat inap dua lantai senilai Rp 4,3 miliar lebih, serta gedung farmasi dengan biaya Rp 3,3 miliar lebih. Sehingga total anggaran empat proyek itu bakal menelan Rp 23 miliar lebih,” katanya.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Danar Rahmanto menyebutkan Pemkab bertekad meningkatkan pelayanan dan pengembangan sarana dan prasarana RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Dengan terus bebenah diri bupati yakin RSUD milik Pemkab ini siap menjadi rujukan pasien dari daerah kabupaten tetangga seperti Pacitan dan Ponorogo (Jatim), Gunungkidul (DIY), Karanganyar, Sukoharjo maupun Klaten.

Di sisi lain, Danar mengatakan, sudah saatnya RSUD Wonogiri didesain terpadu dengan sarana kebutuhan masyarakat saat ini supaya rumah sakit tidak lagi menakutkan. Sehingga orang yang berobat semakin kuat keyakinannya untuk sembuh.”Masuk RS itu tidak identik dengan bau obat yang tidak enak tapi yang terasa adalah aroma wangi parfum maupun makanan yang lezat-lezat sehingga bikin orang fresh,” ujarnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge