0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Droping Air Bersih, BPBD Klaten Anggarkan Rp 200 Juta

dok.timlo.net/aditya wijaya
Droping air bersih BPBD Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Dalam dua pekan terakhir, bak penampungan air warga di lereng Gunung Merapi yang masuk wilayah Kabupaten Klaten mulai menyusut. Akibatnya, untuk keperluan sehari-hari warga di beberapa desa terpaksa membeli air dengan merogok kocek hingga ratusan ribu rupiah per tangki.

“Tandon air warga mengandalkan air hujan dan sudah dua bulan hujan tidak turun. Air di bak sudah mulai menipis,” kata seorang perangkat Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Gunanto (45), Kamis (25/6).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa memesan air. Adapun harganya berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 untuk tiap tangkinya.

“Tergantung jauh dekatnya jarak. Kalau daerah Tlogowatu paling bawah hanya Rp 100 ribu, yang tengah sekitar Rp 130 ribu dan Tlogowatu paling atas Rp 150 ribu,” imbuhnya saat droping air perdana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Klaten Sri Winoto mengatakan, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dari tahun sebelumnya. Namun, warga tidak perlu khawatir karena Pemkab Klaten sudah menganggarkan Rp 200 juta untuk penanggulangan bencana kekeringan.

“Dengan anggaran tersebut, kita dapat melakukan penyaluran air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Mulai hari ini air bersih sudah bisa disalurkan kepada warga,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge