0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Penipuan CPNS, Mulyo Partono Tolak Disebut Calo

Ilustrasi (dok.timlo.net/gg)

Karanganyar — Mulyo Partono (44), pelapor pada kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang melibatkan Sunardi (tersangka kasus penipuan CPNS) warga Macanan, Kebakkramat, membantah dirinya disebut calo atau perantara dalam aksi yang dilakukan Sunardi.

“Mereka (korban penipuan —Red) tahu secara gethok tular, saya tidak pernah mengajak,” kata Mulyo Partono saat dihubungi wartawan, Kamis (25/6).

PNS di salah satu Puskesmas di Jumapolo itu mengaku hanya disuruh Sunardi yang berperan sebagai pengambil kebijakan. Dalam kasus ini dirinya masih sering dipanggil untuk memberikan kesaksian. Bahkan dirinya pernah ditahan di salah satu Polsek di Semarang karena kasus yang sama.

“Tapi karena kurang cukup bukti akhirnya saya dilepas,” kata warga Kwangsan, Jumapolo itu.

Meski berhasil membawa 66 orang CPNS kepada Sunardi, dirinya mengaku tidak mendapat apa-apa alias komisi dari Sunardi. Menurutnya, mereka datang sendiri dan meminta dirinya dihubungkan dengan Sunardi yang katanya bisa memasukkan seseorang menjadi CPNS dengan membayar sejumlah uang.

“Mereka yang meminta-minta saya untuk menghubungkan dengan Sunardi,” katanya

Sebanyak 66 orang yang dijanjikan lolos ujian CPNS  itu bersal dari Soloraya, Purwodadi, Grobogan, Yogya, Surabaya, Kediri,dan lain-lain. Mereka tenaga kerja honorer kategori 1 (K1) dan beberapa orang berstatus wiyata bakti (WB). Bahkan, Mulyo Partono mengaku, salah satu dari 66 orang adalah kerabatnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge