0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masa Angkutan Lebaran Tahun Ini Ditetapkan Selama 26 Hari

Menhub Ingnatius Jonan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Masa angkutan Lebaran 2015 akan lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya angkutan Lebaran berlaku mulai H1-7 sampai H2+2 atau sekitar 15 hari, maka tahun ini selama 26 hari. Secara nasional penetapan jadwal angkutan Lebaran dimulai 2 Juli (H1-15) sampai 27 Juli (H2+9) selama 26 hari.

“Kalau cuma 15 Hari tidak cukup untuk angkutan laut, bayangkan mereka yang ke Papua tidak bisa kembali. Karena itu kita beri waktu lebih panjang,” kata Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan di Bandara Abdulrachman Saleh, Kamis (25/6).

Kesiapan armada di lapangan, kata Jonan akan ada 44.871 bus, 187 kapal ro-ro, 25 Kapal Pelni, 28 Kapal Ro-ro swasta, 74 kapal swasta, 1.049 kapal swasta jarak dekat, 86 kapal perintis dan 2 Kapal TNI AL yakni KRI Banda Aceh dan KRI Surabaya. Jumlah kapal keseluruhan sebanyak 1.264 kapal.

Sementara untuk angkutan udara terdapat 450 pesawat, dengan perincian 69.665 seat/hari penerbangan luar negeri dan 237 703 seat/hari untuk penerbangan domestik.

Jonan juga memprediksi jumlah penumpang bus akan mengalami penurunan sampai 5,97 persen. Sementara noda penerbangan yang lain diprediksi mengalami kenaikan.

Angkutan penyeberangan mengalami peningkatan 3,58 persen, kereta api mengalami peningkatan 9,54 persen, kapal laut meningkat 3 persen, sedangkan penumpang pesawat meningkat 2 persen. Secara rata-rata terjadi peningkatan mudik 1,96 persen dari 19.618.530 pemudik menjadi 20.002.724 pemudik.

Jonan masih melihat kemungkinan tingginya para pemudik dengan kendaraan bermotor. Pihaknya tidak bisa melarang, tetapi hanya mengurangi lewat berbagai program mudik gratis.

“Kita tidak bisa melarang mereka mudik dengan motor. Hanya saja kita bisa tekan dengan program mudik gratis. Tahun depan kita naikkan 2 kali lipat, terus kita tambah lagi,” katanya.

Sedangkan larangan kendaraan angkutan barang ditambah 2 hari, dari tahun-tahun sebelumnya. Larang tersebut dikhususkan untuk Provinsi Lampung, Pulau Jawa dan Provinsi Bali. Mulai berlaku pada 12 Juli (H1-5) mulai pukul 00.00 WIB sampai 21 Juli (H2+3) pukul 24.00 WIB. Sehari lebih awal dan sehari lebih akhir dibanding tahun sebelumnya.

Jenis angkutan yang dilarang meliputi pengangkut bahan bangunan, truk tempelan dan kontainer, pengangkut barang dengan sumbu lebih dari 2.

Namun tetap diperbolehkan untuk angkutan pembawa bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG), ternak, bahan pokok, pupuk, susu murni, barang antaran pos, dan sepeda motor kegiatan mudik gratis.

Selain itu pengangkutan bahan pokok yang tidak tahan lama dan cepat rusak yang melalui noda darat, laut dan udara wajib didahulukan.

[bal]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge