0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tersangka Penggelapan Mobil Rental Nunggak Sewa Rp 36,6 Juta

Tersangka pelaku penggelapan mobil diperiksa di Mapolres Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pelaku penggelapan dua unit  mobil pick up milik sebuah showroom motor di Dukuh Kregolan, Desa Munggung, Kecamatan Karangdowo, mengaku menyesal membawa kabur mobil sewaannya. Ia pun pasrah menanggung hukuman akibat ulahnya itu.

Pick up saya gadaikan ke Boyolali dan Magelang dengan nominal Rp 10 juta dan Rp 7,5 juta. Lalu uangnya untuk modal membeli benang di Bandung, Jawa Barat,” ucap pelaku berinisial AH (40), warga Dukuh Bakalan, Desa
Ceper, Kecamatan Ceper, Klaten, Kamis (25/6).

Di hadapan wartawan di Mapolres Klaten, pelaku mengatakan, pertama kali meminjam Daihatsu Grand Max Pick Up bernomor AD 1894 QV pada Jumat (26/10/2014) silam. Dengan harga sewa satu hari satu malam sebesar Rp 200 ribu, uang setorannya kepada pemilik pick up, Sukarna (52) warga Dukuh Jerengan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Pedan, berlangsung lancar.

Dua bulan kemudian, Selasa (9/12/2014), pelaku kembali meyewa Daihatsu Grand Max Pick Up 1,5 bernomor AD 1789 QL. Setelah meminjam dua unit pick up, di luar dugaan uang setorannya malah tersendat dan menunggak hingga Rp 36,6 juta.

“Pembayaran pick up yang saya pinjam pertama kali menumpuk hingga Rp 21.250.000 lantas digadaikan ke Boyolali. Sedangkan yang kedua, nunggak Rp 15.350.000 dan digadaikan ke Magelang. Dirumah ada lima sampai tujuh mobil yang juga saya rentalkan setiap harinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolres Klaten Kompol Hendri Yulianto mengatakan, aksi pelaku merupakan modus lama dengan mengincar kendaraan roda empat dari tempat rental mobil. “Ini baru dua kendaraan yang kita ungkap. Kita belum tahu pada tahun-tahun sebelumnya berapa mobil yang digelapkan pelaku,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge