0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembuang Bayi di RS Kustati Divonis 2 Tahun 4 Bulan

Terdakwa kasus pembuangan bayi di RSUI Kustati Solo, Yanita Pungkasari didampingi Penasehat Hukumnya, Joko Wiwoho nampak sedih saat menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi di PN Solo, Rabu (15/4) siang (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Terdakwa kasus pembuangan bayi di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati, Yanita Pungkasari (30) warga Lawang, Malang, Jawa Timur divonis hukuman 2 tahun 4 bulan penjara. Hukuman ini lebih ringan empat bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Vonis dijatuhkan pada Senin (8/6) lalu,” kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo Nilla Aldriani, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/6) siang.

Terdakwa, kata Kasi Pidum, dinilai tega membuang darah dagingnya sendiri ke dalam toilet. Disamping itu juga, tindakan yang dilakukan terpidana juga telah meresahkan masyarakat serta pihak rumah sakit. Sedangkan, hal yang meringankan terdakwa adalah dirinya dinilai sebagai korban yang mencari ayah si bayi. Lantaran tidak ditemukan, maka terdakwa nekat melakukan hal tersebut.

“Terdakwa dijerat Pasal 241 yakni, dengan sengaja merampas nyawa orang lain (anaknya),” kata Kasi Pidum.

Peristiwa ini bermula saat, Yanita berada di tempat kenalannya di kawasan Sukoharjo pada akhir tahun 2014 lalu. Waktu itu, Yanita mengaku sakit perut dan meminta tolong kepada kenalannya untuk mengantar ke rumah sakit. Hingga akhirnya, kenalannya mengantarkan ke RSUI Kustati Solo.

Saat dilakukan pemeriksaan di IGD RSUI Kustati, Yanita mengaku sakit perut dan menuju ke toilet IGD. Di tempat tersebut, terdakwa yang dikenal sebagai guru les privat itu melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki. Diduga ingin menyembunyikan bayi hasil hubungan gelap tersebut, Yanita akhirnya menaruh bayi yang baru dilahirkan itu ke dalam monoblok toilet IGD dengan dibungkus plastik warna hitam. Selang dua hari kemudian, petugas cleaning servicerumah sakit setempat menemukan jasad bayi dalam kondisi mengenaskan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge