0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Daging Sapi Super Mahal, Pedagang Pilih Jual Daging Semi

dok.timlo.net/nanin
Penjual daging sapi di pasar (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Mahalnya daging sapi super kelas 1 atau lebih dikenal dengan daging kering, membuat sejumlah pedagang daging di los daging Pasar Boyolali Kota memilih menjual daging semi basah.

“Harganya lebih murah, lebih mudah lakunya,” ucap Tuminah, pedagang daging, Kamis (25/6).

Harga daging kering di pasaran saat ini mencapai Rp 110 ribu perkilogramnya. Sedangkan untuk harga daging semi hanya Rp 80 ribu/Kg. Pangsa pasar untuk daging semi ini kebanyakan adalah pedagang bakso dan pemilik warung makan.

“Semi beda dengan glonggong, pas nyembelih sapinya hanya dikasih minum sedikit, tidak sampai dheprok,” ujar Tuminah ketika disinggung soal daging glonggong.

Daging glonggong sendiri sudah lama dilarang dijual di Boyolali. Selain dianggap haram, menyembelih sapi dengan sistem glonggong atau diberi minum yang banyak hingga sapi dheprok dianggap menyiksa hewan. Daging sapi glonggong sendiri tidak tahan lama dijual tanpa pendingan.

“Nyembelihnya kan di RPH, tidak mungkin glonggong,” imbuhnya.

Sementara itu, di los daging Pasar Boyolali Kota, hanya ada satu pedagang yang menjual daging sapi kering. Endang, sang pedagang, mengaku memilih tetap menjual daging kering karena sudah punya banyak pelanggan. Pelanggan daging super ini kebanyakan adalah ibu-ibu rumah tangga dan pemilik rumah makan.

“Sudah langganan, biar mahal, mereka tetap membeli,” ungkap Endang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge