0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekeringan di Boyolali, Pemkab Siap Droping Air Bersih

dok.timlo.net/nanin
Pemkab siap droping air ke daerah rawan kekeringan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Musim kemarau ancaman kekeringan dan krisis air bersih menjadi masalah klasik di Kabupaten Boyolali. Meski hingga kini belum ada pengajukan bantuan air bersih, namun pemkab telah siap melakukan droping air bersih.

“Kita siap, sewaktu-waktu ada permintaan air bersih, langsung kita droping,” ungkap Kabag Kesra Setda Boyolali, Dadar Hawananto, Kamis (25/6).

Hanya saja untuk pengajuan droping air bersih tetap harus mengikuti prosedur. Dimana, warga yang ingin mengajukan bantuan harus sepengetahuan pihak desa dan kecamatan.

“Harus ada proposal dari desa dan kecamatan, tembusan ke bupati,” lanjut Dadar.

Diperkirakan permintaan air bersih di daerah rawan kekeringan akan terjadi pada bulan Juli  hingga Oktober  mendatang. Dimana diperkirakan bulan itu merupakan puncak musim kemarau.

Dari tujuh kecamatan yang rawan kekeringan, seperti  wilayah Kecamatan Musuk, Wonosegoro, Kemusu, Juwangi,  Klego dan Selo, kecamatan Musuk paling parah. Di kecamatan Musuk ada 11 desa yang selalu menjadi langganan kekeringan. Di antaranya Desa Sangup, Jemowo, Sumur, Mrian, Cluntang, Dragan, Nglampar, Karangkendal, Karanganyar, Sruni dan Desa Ringin Larik.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge