0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siapa Pertama Kali Mengusulkan Dana Aspirasi?

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul curiga jika Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) merupakan permainan Ketua DPR Setya Novanto. Namun, Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar, Muhammad Misbakhun membantah hal tersebut. Dia menjelaskan UP2DP atau yang lebih dikenal dengan dana aspirasi ini sudah tercantum dalam undang-undang.

“Ini amanat undang-undang. Semua kan sudah tercantum dalam undang-undang tentang MD3 khususnya Pasal 227 ayat (1). Bisa juga dilihat di pasal 195 Peraturan DPR tentang Tata Tertib. UP2DP ini sudah tercantum di undang-undang tersebut,” kata Misbakhun, Rabu (24/6) malam.

Selain tercantum dalam Undang-undang, usulan program ini juga disetujui oleh pemerintah dan DPR. Sehingga tidak dibenarkan jika Setnov yang mengusulkan hal tersebut.

Dengan adanya tuduhan ini, Misbakhun menilai Ruhut tidak mengerti soal Undang-undang. Sehingga dia mengimbau kepada Ruhut untuk membaca ulang isi dari undang-undang yang mengatur UP2DP itu.

“Pak Ruhut itu tidak mengerti soal undang-undang. Suruh baca undang-undang kalau dia ahli hukum, baca undang-undangnya, resapi. Jangan cuma dibaca lalu disimpan dibawah bantal. Pak Ruhut orang hebat, anggota DPR kan orang hebat. Undang-undang pasti semuanya paham,” imbuh Misbakhun.

Selain itu, Misbakhun juga menolak jika pengusulan dana aspirasi ini sebagai pengalihan isu dari kisruh Golkar. Menurutnya, dua hal tersebut sangat berbeda dan tidak bisa disangkutpautkan.

“Mana ada, buat apa pengalihan isu. Kita tidak pernah berniat untuk mengalihkan isu. UP2DP ini untuk kepentingan masyarakat di seluruh tanah air Indonesia. Untuk program lebih merata paling tidak semua daerah kebagian,” tutupnya.

Sebelumnya, Ruhut Sitompul menuding masalah dana aspirasi ini permainan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov). Menurut Ruhut, Setnov bergerak di kala partainya lengah.

“Kalau saya bilang ini bikin ramai semua karena Setya Novanto, Ketua DPR kok. Mungkin mau curi start, namanya Golkar lagi kisruh, ramai, pecah kongsi yah dia langsung. Bahaya itu Rp 11,2 Triliun,” sindir Ruhut.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge