0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kolang Kaling dan Cincau Banyak Diburu

Penjualan kolang kaling dan cincau selama puasa mengalami peningkatan tajam

timlo.net/nanin

Penjualan kolang kaling dan cincau selama puasa mengalami peningkatan tajam

Boyolali — Bulan puasa, kolang kaling dan cincau menjadi favorit masyarakat sebagai menu untuk berbuka puasa. Biasanya, dua bahan ini dijadikan isi kolak. Omset penjualan kolang kaling dan cincau pun mengalami peningkatan.

“Banyak yang mencari, sampai kewalahan,” ujar Mulastri, penjual kolang kaling di Pasar Boyolali Kota, Rabu (24/6).

Bila hari biasa, penjualan kolang kaling dan cincau tidaklah seramai bulan puasa. Saat hari biasa, penjualan untuk kolang kaling hanya 10 kg hingga 15 kg perhari. Namun saat bulan puasa, penjualan meningkat hingga 50 kg. Karena tahan lama, Mulastri mengaku berani kulakan dalam jumlah banyak. Agar kolang kaling awet, dirinya hanya rajin menganti air untuk merendam kolang kaling.

“Kalau harganya sama, tetap Rp 14 ribu perkilogram,” imbuhnya.

Sementara untuk cincau, puasa ini penjualan mencapai 6-7 blek, biasanya hanya 2 blek. Cincau ini didatangkan dari Solo. Selain kolang kaling dan cincau, yang mengalami peningkatan adalah rumput laut dan cendol.

Salah satu ibu rumah tangga, Santi (29) warga Banaran, Boyolali Kota, mengaku memilih membeli kolang kaling sebagai sajian untuk berbuka puasa. Selain murah meriah, juga aman dikonsumsi.

“Anak-anak paling suka berbuka dengan kolak kolang kaling,” tandasnya tersenyum.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge