0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ms. Marvel, Sosok Pahlawan Super Muslim Pertama Marvel

Kamala Khan

Dok: Timlo.net/NY Times

Kamala Khan, Ms. Marvel

Timlo.net—Banyak pahlawan super yang diciptakan Marvel, tapi saat mereka melepas kostum mereka yang warna warni, kita akan melihat bahwa kebanyakan pahlawan ini adalah orang kulit putih. Pada Februari, dalam upaya menawarkan keberagaman pada dunia komik mereka, Marvel Comics mulai memperkenalkan sosok pahlawan baru, Kamala Khan, seorang remaja puteri Muslim yang tinggal di Jersey City, Amerika Serikat (AS).

Dalam kisah Kamala, tidak ada planet yang meledak, kematian seorang kerabat atau gigitan laba-laba mutan yang membuat remaja ini menjadi pahlawan. Kisahnya justru dimulai dari sesuatu yang sepele, dalam percakapan antara Sana Amanat dan Steve Wacker, dua editor di Marvel. “Saya bercerita tentang beberapa anekdot gila tentang masa kecil saya padanya, tumbuh sebagai seorang Amerika Muslim,” kata Amanat.

“Dia menganggap cerita-cerita itu lucu,” tambahnya. Keduanya lantas memiliki ide tentang serial pahlawan super wanita dengan budaya yang berbeda.

Saat mereka menceritakan ide mereka kepada G. Willow Wilson, seorang penulis, penulis buku komik dan Muslim, tentang ide mereka, dia antusias untuk menjadi penulisnya. “Kapan pun Anda melakukan sesuatu seperti ini, akan ada sedikit resiko,” Kata Wilson. “Anda mencoba menarik para pembaca dan mereka terbiasa melihat sesuatu yang berbeda dalam sebuah buku komik,” tambahnya.

Keluarga Kamala berasal dari Pakistan. Remaja puteri ini mengidolakan Carol Danvers, wanita bermata biru berambut pirang yang dijuluki Captain Marvel. Saat Kamala menemukan kekuatannya, termasuk kemampuan berubah bentuk, dia mengambil nama Ms. Marvel. Nama ini sebelumnya dipakai Carol saat dia memulai karirnya sebagai pahlawan super.

“Captain Marvel mewakili nilai ideal yang diyakini Kamala,” kata Wilson. “Dia kuat, cantik dan tidak memiliki masalah sekalipun dia orang Pakistan dan ‘berbeda’,” terangnya.

Kamala akan menghadapi masalah-masalah eksternal, termasuk konflik di dalam keluarga. “Kakak laki-lakinya sangat konservatif. Ibunya paranoid jika dia menyentuh seorang anak lelaki dan hamil. Ayahnya ingin dia berkonsentrasi pada sekolahnya dan menjadi seorang dokter,” jelas Amanat. Di luar masalah keluarga, Kamala juga berhadapan dengan para penjahat super.

Tim kreatif di balik komik ini bersiap dengan segala macam reaksi. “Saya memperkirakan adanya reaksi negatif. Tidak hanya untuk mereka yang anti-Muslim, tapi dari kelompok Muslim sendiri yang ingin karakter ini ditampilkan dengan cara-cara tertentu,” tambah Amanat.

“Tapi komik ini bukan merupakan media dakwah,” terang Wilson. “Sangat penting bagi saya untuk menggambarkan Kamala sebagai seseorang yang berjuang dengan imannya,” tambahnya. Dalam serial komik ini, Wilson akan menggambarkan adanya konflik antara nilai-nilai religi dan keluarga yang kadang-kadang bisa dilanggar saat Kamala berhadapan dengan para penjahat super.

Tahun ini, Marvel sendiri memperkenalkan sosok-sosok pahlawan super baru dari gender dan ras berbeda. Misalnya sosok Thor akan digantikan oleh seorang wanita dan Captain America juga digantikan sosok kulit hitam.

Sumber: New York Times.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge