0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ganti Rugi Rendah, Warga Minta Taksir Ulang

dok.timlo.net/nanin
Rumah yang terkena proyek jalan tol Solo - Semarang (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Warga Tangjungsari, Banyudono, meminta ada taksir ulang harga terhadap tanah mereka yang terkena proyek jalan tol. Hal ini disebabkan naiknya nilai jual obyek pajak (NJOP).

”Belakangan ini banyak mendapat keluhan dari warga soal ganti rugi jalan tol Solo-Semarang. Warga meminta musyawarah ulang terkait ganti rugi. Karena saat ini kenaikan harga tanahnya sangat tinggi,” ungkap Kades Tangjungsari, Joko Sarjono, Selasa (23/6).

Dijelaskan, saat awal pembahasan ganti rugi tol NJOP masih di Rp 48.000 per meterpersegi. Sementara saat ini harga sudah mencapai Rp 103.000 per meterpersegi. Selain itu, kenaikan NJOP juga berdampak pada kenaikan pajak.

Contohnya pajak pemilik tanah saat ini mencapai Rp 400 ribu per tahun. Padahal sebelumnya kurang dari Rp 300 ribu. Tanah di desanya yang terkena jalan tol mencapai 16.200 meterpersegi milik 19 warga. Namun baru lima warga yang sepakat dengan ganti rugi.

Kabag Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah (PUOD) Setda Boyolali, Jaka Diyana mengakui adanya perubahan komposisi ketua P2T. Hanya saja, dirinya belum mendapat informasi lebih lanjut terkait hal tersebut.

“Kita akan segera lanjutkan pembahasan ganti rugi,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge