0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pembunuhan di Kerten, Kejari Tunggu Kelengkapan Berkas

dok.timlo.net/red
Kantor Kejaksaan Negeri Solo (dok.timlo.net/red)

Solo — Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo masih menunggu kelengkapan berkas kasus pembunuhan dengan tersangka Andang Yunardo (54), warga Kerten RT 02/ RW 02 Laweyan, Solo oleh pihak Penyidik Polresta Solo. Sejumlah keterangan dari pihak saksi maupun tersangka masih diperlukan untuk melengkapi berkas tuntutan.

“Kemarin berkas sudah dikirim dikirim kesini. Berhubung masih ada kekurangan, maka kami kembalikan kepihak penyidik terlebih dahulu untuk dilengkapi beserta petunjuk yang telah kami lampirkan,” terang Kasi Pidum Kejari Solo, Nilla Aldriani saat dihubungi Timlo.net, Selasa (23/6) siang.

Disinggung terkait berkas akan dikirimkan ke pihak Pengadilan Negeri (PN) Solo, Nilla mengaku belum dapat memastikan. Pasalnya, saat ini berkas masih berada dipihak penyidik.

“Pertengahan bulan kemarin, sudah sampai ke sini (Kejari). Tapi, ada beberapa kekurangan. Kami memiliki waktu sekitar 14 hari setelah pihak penyidik melimpahkan berkas tersebut. Kemungkinan awal atau pertengahan bulan depan sudahh sampai pengadilan,” ungkapnya. 

Seperti diberitakan, terjadi pembunuhan di kawasan Jalan Samratulangi Gang Walet 1, Kerten, Laweyan pada Senin (18/5) sekitar pukul 12.30 WIB. Tersangka, Andang Yunardo (54), warga RT 2/ RW II Kerten, Laweyan, Solo yang nekat membunuh tetangganya sendiri, Rudi Giartono alias Gambeng (45) dengan menusukkan pisau ke dada korban.

Peristiwa bermula, saat tersangka sedang melintas di rumah korban. Pelaku tiba-tiba dikejar oleh korban dengan membawa pedang, tetapi ia berhasil lolos kemudian lari ke warung membeli rokok. Tersangka setelah itu pulang melalui jalan belakang rumah, tetapi korban tiba-tiba datang dengan mengendarai motor menabrak dari belakang. Korban ternyata sebelumnya kembali pulang mengambil belati yang diselipkan di pinggangnya untuk menghadang tersangka.

Korban setelah menabrak pelaku kemudian turun dari kendaraan dan memukulnya. Tersangka mengambil batu bata dan dipukulkan mengenai dada korban. Korban kemudian mengeluarkan belati, sedangkan tersangka berusaha merebut senjata tajam itu. Pisau belati yang dipegang oleh korban tiba-tiba terjatuh dan direbut tersangka, kemudian ditusukkan ke bagian perut dan dada korban hingga tewas di lokasi kejadian.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge