0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puasa 5 hari Sebulan Perpanjang Usia

minuman energi
Minuman energi. ()

Timlo.net—Memotong jumlah kalori yang dimakan hingga 50 persen selama lima hari dalam sebulan akan menolong kita hidup lebih panjang, ungkap para peneliti.

Mereka yang menjalani puasa kurang dari seminggu menunjukkan tanda-tanda penuaan yang lebih sedikit, juga pengurangan resiko terkena diabetes, serangan jantung dan kanker dibandingkan kelompok yang tidak berpuasa.

Efek positif ini akan terus berlangsung sekalipun kita kembali ke pola makan normal. Penelitian sebelumnya menunjukkan jika orang berpuasa dalam waktu singkat, hanya mengkonsumsi air, akan mengalami peningkatan kesehatan. Tapi cara ini tidak praktis untuk kebanyakan orang, terutama mereka yang tua dan lemah.

Jadi para peneliti menciptakan diet yang serupa dengan puasa, di mana efek-efek positif puasa ditiru, tapi memastikan orang tetap mengkonsumsi mineral dan vitamin penting. Diet yang diawasi secara medis ini mengurangi jumlah kalori antara 34 hingga 54 persen.

Pada hari pertama, para subyek penelitian hanya makan 1.090 kalori. Pada hari kedua hingga kelima mereka hanya makan 725 kalori. Mereka lantas kembali ke pola makan normal selama beberapa minggu ke depan. Sebelum mengulangi lagi puasa 5 hari ini bulan berikutnya.

Setelah tiga bulan, level glukosa darah turun 10 persen selama hari-hari puasa. Setelah kembali ke pola makan normal, gula darah menjadi 6 persen lebih rendah. Sebuah zat kimia yang disebut IGF1, yang dihubungkan dengan penuaan berkurang 24 persen pada kelompok ini.

Valter Longo, pemimpin penelitian dari University of Southern California berkata: “Puasa yang ketat susah dilakukan orang dalam waktu yang lama dan bisa berbahaya. Jadi kami menciptakan sebuah diet yang kompleks yang memicu efek-efek yang sama pada tubuh. Saya secara pribadi telah mencoba keduanya dan diet menyerupai puasa ini lebih mudah dan lebih aman.”

Diet ini terdiri dari sup sayuran, cemilan bar energi, minuman energi, cemilan gurih, teh chamomile dan tablet formula sayuran. Makanan dalam diet memiliki 11 hingga 14 persen protein, 42 hingga 43 persen karbohidrat dan 44 hingga 46 persen lemak.

Selama 25 hari dalam sebulan, para peserta kembali ke pola makan normal dan diminta tidak mengubahnya. Walaupun penelitian ini berskala kecil, melibatkan 19 subyek, hasil penelitian ini serupa dengan penelitian lain yang dilakukan tim University of Souther California pada tikus.

Tikus-tikus yang diteliti mengikuti diet yang berlangsung selama 4 hari, dua kali per bulan. Para peneliti menemukan bahwa sel-sel pada tikus termasuk tulang, otot, otak hati dan sel imunitas menunjukkan tanda-tanda regenerasi.

Hewan-hewan ini juga hidup lebih lama, mengalami lebih sedikit penyakit peradangan, kanker dan menunjukkan kemampuan belajar yang bertambah dan lebih sedikit pengurangan massa otot dan ingatan. Diet ini juga mengembangkan regenerasi pada otak tikus terutama di bagian hipokampus yang melibatkan ingatan.

Sumber: Daily Mail

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge