0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siswi SMP Dicekoki Arak dan Disetubuhi

ilustrasi pemerkosaan (merdeka.com)

Timlo.net – Ikut-ikutan pesta miras, seorang gadis asal Desa Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, jadi korban pemerkosaan. Siswi SMP berinisial DOO (15) ini awalnya mabuk-mabukan dengan NV (15) dan pelaku Padolani Rahman (22) alias Fadli, pemuda pengangguran yang tinggal di Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk, Jembrana, pada Minggu (20/6) kemarin.

“Korban yang tidak terbiasa minum arak langsung tumbang (mabuk). Pada saat itu, korban dibonceng dibawa ke hotel di kawasan Gilimanuk bersama rekannya,” kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, Senin (22/6).

Dari hasil penyidikan, ternyata NV adalah mantan pacar dari pelaku Fadli. Menariknya, saat akan masuk kamar hotel dengan dipapah oleh pelaku dan NV, saat itu diketahui oleh saksi NE (20) yang ternyata juga mantan kekasih pelaku (Fadli).

Saat itu, kedua mantan dari pelaku baik NE dan NV ternyata menunggu di depan pintu kamar. Sedangkan, di dalam kamar Fadli bebas melucuti pakaian korban.

“Pelaku baru kita amankan tadi siang, berdasarkan laporan korban,” aku Kasat.

Korban yang dalam keadaan mabuk sempat disetubuhi oleh pelaku. Namun, lantaran kesakitan akhirnya korban teriak. Saat korban teriak, saksi NE dan NV mendobrak masuk, saat itu didapati pelaku dan korban dalam keadaan telanjang.

Melihat kelamin dan bagian selangkangan korban penuh darah, saksi juga sempat teriak dan saat itu pelaku bergegas kabur dari hotel.

“Laporan kepada kami dari pihak saksi dan korban. Saat ini pelaku sudah kita amankan dan dalam proses penyidikan,” terang Gusti.

Pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 UU RI 35/2014 tentang Perubahan UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

Sementara itu dari keterangan pelaku di Polres Jembrana, dia membantah kalau sudah memperkosa korban. Perbuatan itu dilakukan atas dasar sama-sama mau.

Pelaku juga mengaku tidak tahu, apakah darah yang keluar dari kemaluan korban merupakan darah perawan atau korban mengalami menstruasi. Namun pelaku yakin saat itu korban sudah tidak perawan.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge