0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi Diminta Perhatikan Nasib Pemain WO Sriwedari

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo buka puiasa dengan para seniman (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo meminta pemerintah pusat untuk memperhatikan nasib para pemain Wayang Orang (WO) Sriwedari. Hal ini terkait dengan rekruitmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) WO Sriwedari sebagai penerus pelaku seni pertunjukan tradisional khususnya seni Wayang Orang.

“Masing-masing daerah kan punya karakter sendiri-sendiri, dan ada perda tentang visi-misi kota, nah kota Solo ini salah satu visinya adalah mewujudkan kota budaya, dengan tumpuan pariwisata dan kesenian, nah mestinya dalam hal pengangkatan PNS dibidang ini harus lebih diprioritaskan,” papar Walikota saat menggelar buka bersama pelaku kesenian, di Loji Gandrung, Minggu (21/6) malam.

Dirinya khawatir, jika masa depan para pelaku seni tradisi, khususnya WO Sriwedari tidak diperhatikan, keberadaan mereka akan punah. Hal itu akan menjadi kerugian besar bagi Solo dan Indonesia.

“Mereka ini kan tenaga yang langka, kalau sampai tidak diberi tempat, lama-lama akan habis dan sudah tidak ada orang yang mau memperlajari seni tradisi semacam ini,” kata dia.

Sebanyak 80 orang tenaga kontrak sebagai pengrawit (pemain gamelan), penari, dan juru swara (penyanyi) sudah didaftarkan ke pusat. Namun, kata Rudy –sapaan akrab Walikota Solo, saat ini baru disetujui sejumlah 30 orang. Tenaga kontrak itu digaji dengan honor sesuai Upah Minimum Regional (UMR).

Rudy menyampaikan, sudah sepatutnya pemerintah pusat dengan program Nawacita untuk bisa merangkul pelaku seni tradisi.

“Karenanya saya akan mendesak Menpan RB dan Presiden untuk betul-betul memperhatikan mereka, karena tenaga PNS ini membutuhkan keahlian khusus, dan tidak semua orang bisa. Demi ketahanan budaya sesuai cita-cita Pak Karno (Presiden Soekarno) dulu,” tegas Rudy.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge