0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Iklan Rokok Dilarang di Dalam Kota

Iklan rokok di dalam kota dilarang

timlo.net/nanin

Iklan rokok di dalam kota dilarang

Boyolali — Larangan pemasangan iklan rokok di dalam kota, mengancam potensi pendapatan pajak. Iklan rokok selama ini memberikan potensi pemasukan besar dibandingkan dengan iklan lainnya.

“Iklan rokok selama ini lebih mendominasi, kenaikan tarif dari iklan rokok mencapai 25 persen,” ungkap Kabid Pajak Daerah dan Pendapatan Lain-lain (PDPL) DPPKAD Boyolali, Agus Setyawan, Minggu (21/6).

Dijelaskan, larangan iklan rokok didalam kota mengacu pada PP No 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Aditif Berupa Produk Tembakau. Selain di dalam kota, iklan rokok ini juga dilarang dipasang di dekat sekolahan dan fasilitas kesehatan. Akibat peraturan ini, salah satu produk rokok yang memasang iklan  di videotron Tugu Jam di tengah kota, mencabut iklanya.

Disisi lain, untuk memenuhi target pendapatan iklan tahun ini mencapai Rp 1,2 Milliar, pihaknya akan  memaksimalkan potensi pajak itu dari reklame insidentil seperti iklan yang marak terpasang saat hari besar Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Pemkab Boyolali memiliki 500-an titik reklame yang disewa sekitar 300 biro iklan.

“Kita akan konsentrasi di produk lain kecuali rokok,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge