0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PASSWON, Ubah Citra Seniman-Seniwati Wonogiri

Ketua PASSWON, Lambang Arfianto

timlo.net/Tarmuji

Ketua PASSWON, Lambang Arfianto

Wonogiri — Bagi pecinta seni, sudah tak asing lagi nama Passwon (Paguyuban Seniman-Seniwati Wonogiri – Red) bagi telinga masyarakat Wonogiri. Meski baru seumur jagung, namun kiprahnya sudah tak diragukan lagi. Komunitas ini sudah beranggotakan seratusan orang, meski baru berdiri tiga tahun.

Dimotori oleh Lambang Arfianto (40), komunitas ini memiliki aturan dan norma yang harus ditaati anggotanya. Dengan adanya aturan dan norma ini, diharapkan dapat melahirkan perilaku yang dipandang layak dan diterima masyarakat.

”Profesi di dunia hiburan  khalayak memandang dekat dengan hal-hal negatif. Hidupnya tak lepas dari hura-hura dan aroma alkohol. Yang lebih miris, ada penilaian terhadap seniwati, bahwa mereka itu geleman (murahan-Red). Lantaran dilihat dari cara berpakain yang serba feminim dan tutur kata mereka yang blak-blakan,” jelas warga Desa Ngrandu Kecamatan Jatisrono Wonogiri ini, Minggu  (21/6).

Sebelum dibentuk Passwon, embrionya telah lama ada dengan nama Pawon. Komunitas ini yang mewadahi para seniman dan seniwati se-Kabupaten Wonogiri. Tak dapat dipungkiri, untuk mengurusi sebuah komunitas tidaklah mudah. Banyak sekali hambatan dan tantangan. Apalagi yang diurusi adalah seniman yang berisi orang-orang kreatif, orang-orang bertalenta khusus yang mempunyai ide-ide dan gagasan luar biasa.

“Karena kurang komunikasi, Pawon akhirnya mandeg, tidak berjalan. Akhirnya dibentuklah Passwon,” tuturnya.

Dijelaskan, kelompok kesenian di Wonogiri itu sangat banyak, begitu pula dengan senimannya. Namun kondisinya kurang greget dan kurang bersatu. Untuk itulah kemudian Passwon dibentuk, yakni untuk mempersatukan seniman-seniman se-Wonogiri. Namun saat ini, baru mewadahi seniman dan seniwati campursari saja.

“Kita tahu bahwa selama ini, campursari itu image-nya jelek, tanggapan masyarakat juga miring, untuk itu kita mengumpulkan pelaku seni biar bersatu, merubah semua itu, ” katanya.

Meski hanya sebagai wadah, namun kedepannya Passwon akan diurus kelegalitasnya. Hal ini agar Pemkab Wonogiri mengetahui bahwa seniman dan seniwati Wonogiri dapat eksis dan turut membangun Wonogiri, khususnya di bidang seni dan budaya.

Saat disinggung soal pembiayaan komunitas Passwon, pihaknya sering umbrug (patungan-Red) untuk biaya menggelar even-even yang sifatnya sebagai ajang kreatifitas. Sebab ajang seperti ini mampu menunjukkan eksistensi seniman-seniwati campursari Wonogiri. Tak kalah pentingnya, sebagai upaya pelestarian budaya agar tidak hilang ditelan modernisasi.

“Harapan campursari tetap menjadi budaya khususnya di Wonogiri tidak luntur. Para seniman juga tetap rukun,” tegasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge