0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas, Pil Trihex Termasuk Obat Keras

Timlo.net - Aditya
dr. Eni Kusumawati, SpKJ,MKes (Timlo.net - Aditya)

Klaten – Dokter Spesialis Jiwa Dokter Spesialis Jiwa Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr.RM Soedjarwadi Klaten tercengang atas terkuaknya dugaan penyalahgunaan ribuan butir pil Trixyphenidyl oleh Rudi Kecles (22) alias Gudel. Pasalnya, tersangka mengedarkan obat penenang efek samping anti psikotik itu dikalangan pelajar.

“Memang secara medis ada gunanya. Namun bila seenaknya menggunakan sendiri, aturannya juga tidak sesuai, dan tujuannya juga berbeda itu sudah ngawur. Kami saja kalau memberikan Trixyphenidyl kepada pasien ada tujuannya,” ucap Dokter Spesialis Jiwa, dr. Eni Kusumawati, SpKJ.,M.Kes, Sabtu (20/6).

Dijelaskannya, obat yang populer dengan nama Trihex atau pil putih itu termasuk dalam jenis obat kelas G atau obat keras. Obat-obat keras yang potensial menimbulkan ketergantungan harus ada resep dari dokter. Bila dilapangan ternyata dijualbelikan secara bebas tanpa resep dokter, artinya obat itu ilegal.

“Semua obat yang mempunyai unsur menenangkan berpotensi untuk disalahgunakan. Kami pun dalam memberikan resep harus ada aturan, misalnya maksimal diminum sekian hari. Harus save dan hati-hati, takut disalahgunakan,” jelasnya.

Sementara, berdasarkan penelusuran Timlo.net di tiga apotek, yakni Apotek K-24 di Jalan Veteran Klaten Utara, Apotek Merbabu di Jalan Merbabu, dan Apotek Sidowah Farma milik Pemkab Klaten, sama sekali tidak menjual obat bagi penderita Parkinson tersebut.

“Maaf mas tidak jual. Sudah lebih dari setahun Trixyphenidyl kosong,” ujar karyawan Apotek Merbabu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 4.172 butir pil Trixyphenidyl diamankan Satuan Narkoba Polres Klaten dari tangan Gudel di kediamannya di Dukuh Jontaan, Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten, Selasa (9/6) silam.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge