0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Santoso Kendang, Menggantungkan Hidup Dari Kayu

Santoso kendang bersama seorang karyawannya (Timlo.net - Tarmuji)

Wonogiri – Pria asal Kecamatan Ngadirojo ini sudah enam tahun bergelut dengan kayu. Hasil karyanya tak perlu diragukan lagi.

Tangan-tangan terampilnya mampu menghasilkan alat musik lain yang berbahan dasar kayu, seperti Jimbe (kendang afrika), Rebana, Kendang Jawa, Bongo, Darboka. Bahkan, asbak kayu, vas bunga dari kayu, guci kayu, tempat payung dan kursi juga dibuatnya jika mendapat order.

“Bahan bakunya dari kayu nangka, mahoni, mangga. Kalau yang besar-besar itu trembesi,” ujar Budi Santoso (45), Sabtu(20/6).

Pria yang kerap disapa Santoso Kendang ini menuturkan, ia merintis usaha sejak 2009-2010 lalu. Santoso mempekerjakan sekitar delapan karyawan, masing-masing sudah ahli di bidangnya.

Empat bagian bubut kayu, dua bagian pasang kulit, satu karyawan finishing dan satu lagi bagian amplas. Untuk masalah manajemen dan marketing dia percayakan kepada istrinya.

“Daripada warga sini jauh-jauh kerja sampai merantau, bisa kerja bareng di sini,” katanya.

Namun, tidak banyak warga sekitar yang mau bekerja di tempatnya, Dusun Niru RT 01/RW 15 Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo. Mereka lebih memilih merantau. Padahal jika orderan sedang banyak hasilnya bisa lumayan.

Karena alasan tenaga itulah, Santoso kerap kali menolak pesanan dalam jumlah besar. Tak jarang dirinya juga menolak order untuk ekspor.

Meski mengaku tidak bisa bermain kendang, tapi kendang-kendang dan alat-alat musik lain buatannya sangat halus. Bunyinya juga bagus dan sangat laku di pasaran.

Pesanannya dari berbagai daerah, seperti Kalimantan, Jogja dan Solo. Pembeli produk buatannya rata-rata dari kalangan seniman.

“Ada yang beli mentah atau belum finishing masih kolongan, ada juga beli yang sudah jadi,” terangnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge