0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Atasi Kelangkaan, Kuota Elpiji Ditambah

Timlo.net - Nanin

Selama puasa dan menjelang lebaran,pasokan gas elpiji 3 Kg di Boyolali ditambah 12%

Boyolali – Pemkab Boyolali menambah pasokan gas elpiji sebanyak 12% dari kuota reguler. Jika sebelumnya hanya 13.600 tabung, pasokan sekarang bertambah menjadi 15.232 tabung.

“Pasokan kita tambah biar tidak terjadi kelangkaan, menyusul meningkatnya jumlah konsumen saat puasa,” ungkap Kabid Perdagangan Disperindag kabupaten Boyolali, Y Supriyanto, Sabtu (20/6).

Penambahan dilakukan merata di semua wilayah kabupaten.
Distribusi yang sebelumnya hanya dilakukan 25 hari, kini meningkat menjadi 30 hari, termasuk pada saat hari libur selama sebulan.

Penambahan ini juga dilakukan menyusul banyaknya masukan dari masyarakat yang mengkhawatirkan terjadinya kelangkaan gas tiga kilogram saat puasa dan lebaran.

“Setelah ada penambahan jangan sampai ada kelangkaan,” tambahnya.

Sementara itu, dari pantauan di beberapa lokasi, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram masih s terjadi. Di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, warga masih rutin mengantrekan tabung gas kosong miliknya di toko pengecer maupun di pangkalan. Hal itu dilakukan agar mereka tetap bisa mendapatkan jatah gas yang dibutuhkan.

“Kalau tidak antri,tidak kebagian nanti,carinya bisa keluar desa,tambah susah,” ungkap Mulyani, warga sekitar.

Untuk mengantisipasi antrean, Mulyani mengaku memiliki dua tabung gas 3 kg. Sehingga, jika satu tabung habis bisa langsung diantrekan di toko pengecer. Sembari menunggu, warga tetap bisa memasak dengan gas cadangan.

“Harga gas 3 kg kini mencapai Rp 18.500 atau naik dibandingkan sebelumnya yang hanya Rp 17.500,” tambahnya.

Kondisi sama dialami sebagian warga di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono. Meskipun tidak sampai terjadi kelangkaan, namun harga gas melon tetap sebesar Rp 18.500. Kenaikan harga terjadi sejak terjadi kelangkaan sekitar 1,5 bulan lalu.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge