0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PPDB, Anggota DPRD Dapat Banyak “Titipan”

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti (dok.timlo.net/gg)

Solo — Masa pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sekolah membuat pusing sejumlah legislator DPRD Solo. Pasalnya, banyak konstituen yang mencoba “menitipkan” anaknya kepada anggota Dewan agar anak mereka bisa diterima di sekolah tertentu.

“Padahal kan pakai sistem online. Jadi tidak bisa nitip. Akhirnya kami tolaki (permintaan nitip itu),” kata anggota Komisi IV DPRD Solo, Reny Widyawati kepada wartawan, Sabtu (20/6).

Reny menuturkan, ketidakmampuan anggota Dewan menitipkan anak konstituen tidak jarang membuat konstituen kecewa. Lantaran tidak bisa menitipkan siswa, rata-rata anggota Dewan kemudian hanya memberikan strategi agar siswa bisa lolos dalam PPDB online.

“Ada teman anggota dewan kemarin cerita. Karena titipannya ditolak, sama konstituen yang nitip saat ketemu tidak mau menyapa. Kalau saya kebetulan tidak banyak yang nitip karena konstituen saya kan sedikit. Teman-teman PDIP yang banyak titipannya,” bebernya.

Sejumlah anggota DPRD Solo lainnya yang Timlo.net temui di DPRD Solo pekan ini juga mengaku banyak mendapat permintaan dari konstituen untuk menitipkan anaknya. Tidak hanya anggota Komisi IV yang membidangi pendidikan tetapi juga komisi lainnya.

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti mengakui di musim PPDB baik SMA/SMK maupun SMP, banyak konstituen yang mendatangi rumahnya. Mereka meminta bantuan agar anak mereka bisa diterima di sekolah tertentu.

“Banyak (konstituen) yang sambat. Tetapi ya kita minta sesuai prosedur berdasarkan nilai tes. Sistem online kan tidak bisa nitip,” ujarnya.

Menurut Hartanti, sistem online membuat potensi siswa titipan semakin sempit. Pasalnya, kuota dan peringkat nilai siswa secara transparan bisa dilihat.

Hartanti mengakui banyak konstituen berpikir anggota Dewan bisa bertindak layaknya dewa sehingga bisa menitipkan siswa di suatu sekolah. Padahal sistem yang dibangun saat ini sudah semakin ketat dan tidak memungkinkan siswa titipan.

“Paling kita sebatas mengkomunikasikan posisi anak, mengabarkan diterima atau tidak. Kalau prosedurnya ya sesuai aturan,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge