0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-gara Gaji, Kuli Tambang Bunuh Mantan Majikan

dok.merdeka.com
Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, meringkus pelaku pembunuhan terhadap Mat Jadum (45), warga Dusun Serandang, Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (17/6) kemarin.

“Pelaku atas nama Ag, warga Desa Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, yang merupakan mantan pekerja korban sewaktu membuka tambang inkonvensional Rajuk di Ampui. Pelaku ditangkap tadi sore di SPBU Kejora setelah dipancing oleh anggota kami,” ujar Kabid Humas Polda Babel, Abdul Mun’im, Jumat (19/6).

Abdul mengatakan, penangkapan terhadap Ag dilakukan, karena dirinya diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan mantan bos tambang tersebut. Saat ini pihaknya juga sedang mengumpulkan alat bukti, serta masih memeriksa Ag guna memperoleh keterangan lebih lanjut darinya.

“Ag diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan itu. Saat ini dia masih memberikan keterangan atas kasus pembunuhan tersebut. Penangkapan terhadap pelaku dibantu oleh Polres setempat. Pelaku juga tadi sore langsung dilimpahkan pemeriksaannya di Polres Bangka,” ujarnya.

Dikatakan Abdul, pelaku mengaku jika dirinya merupakan mantan pegawai korban Mat Jadum yang dipecat, dan menyimpan dendam karena pembagian upah yang tidak adil oleh korban. Selain itu, pelaku juga mengaku sakit hati karena sejumlah perkataan korban saat menjadi bos nya di tambang tersebut.

“Pelaku membunuh korban dengan sebuah senjata tajam jenis parang, di tempat kediaman Mat Jadum. Saat tiba di rumah korban, pelaku langsung melampiaskan amarahnya dengan melayangkan tusukan ke arah wajah dan tubuh korban,” katanya.

Abdul mengatakan, setelah melihat kondisi Mat Jadum terkapar bersimbah darah, pelaku langsung pulang ke rumahnya. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya pelaku tertangkap di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kejora, setelah diiming-imingi aparat yang menyamar untuk dicarikan pekerjaan.

“Pelaku beserta barang bukti berupa sebilah parang dan pakaian yang digunakan saat membunuh, telah diamankan di Polres Bangka. Pelaku akan dijerat berdasarkan Pasal 340 KUHP dengan hukuman mati, atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun,” tandasnya.

[eko]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge