0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banjir Lahar Dingin Kejutkan Warga Sitaro

banjir lahar dingin

merdeka.com

Banjir lahar dingin

Timlo.net — Banjir lahar dingin dari Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menerjang sejumlah rumah warga dan gedung milik Dinas Perhubungan di Bebali Siau Timur, Kamis (18/6) sore.

Banjir terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat cukup mengejutkan, karena hanya beberapa saat setelah turun hujan sangat deras. Ruas jalan menghubungkan Kota Ulu dan Ondong putus karena dipenuhi material lahar dingin dari puncak gunung.

Informasi diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sitaro menyebutkan, dua rumah rusak diterjang banjir lahar dingin adalah milik keluarga Tambeng Tampilang dan keluarga Kanalung Tamaka. Sementara gedung milik Dinas Perhubungan adalah tempat uji kelayakan kendaraan bermotor.

Dari pantauan di lokasi, aparat BPBD, anggota TNI, dan Polri bergotong-royong mengevakuasi warga dan barang-barang. Termasuk empat unit kendaraan roda dua yang terjebak dalam gedung milik Dinas Perhubungan.

Kepala BPBD Sitaro, Carlton Bob Wuaten memperkirakan, terjangan material vulkanik terbawa air hujan deras di Kali Batuawang juga berpotensi menimpa 38 rumah warga, di dusun Kola-Kola Kelurahan Bebali. Hanya saja dia belum bisa menjangkau lokasi karena sangat membahayakan buat dilintasi.

“Yang terjangkau saat ini baru dua rumah dan balai uji kendaraan, tapi terjangan banjir material dipastikan melanda pemukiman Kola- Kola yang dikosongkan sejak erupsi pada 7 Mei lalu,” kata Carlton, seperti dilansir dari Antara.

Karena curah hujan cenderung meningkat, kata Wuaten, aparat BPBD belum bisa menjangkau lokasi pemukiman Kola-Kola. Mereka khawatir terjebak banjir material sangat membahayakan.

Perintah evakuasi disebarluaskan kepada warga Kelurahan Bebali bermukim di sekitar area Kali Batuawang. Mereka diminta bersiaga terhadap kemungkinan terjangan lahar dingin dalam skala yang lebih besar.

“Warga Bebali yang bermukim di bantaran Kali Batuawang diperintahkan untuk meninggalkan rumah, dievakuasi ke lokasi pengungsian gedung museum di kota Ulu, karena curah hujan cenderung meningkat,” ujar Carlton.

[ary]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge