0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jika Jadi Kepala BIN, Sutiyoso Jangan Segan Belajar dari Marciano

Pengamat militer, Aqua Dwipayana (dok.timlo.net/achmad khalik)

Sukoharjo — Dipilihnya Sutiyoso sebagai calon Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) dinilai sebagai bagi-bagi kekuasaan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Otomatis, hal ini sebagai kemunduran dalam pemerintahan presiden asal Kota Solo tersebut.

“Pak Sutiyoso ini kan ketua partai. Suka tidak suka pasti akan dikait-kaitkan dengan politik. Pastinya, ini merupakan langkah mundur bagi kepemimpinan beliau (Presiden Jokowi),” kata pengamat militer, Aqua Dwipayana, saat berbincang dengan media, di Markas Grup-2 Kopassus, Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, baru-baru ini.

Motivator kelas nasional tersebut juga mengungkapkan, usia Sutiyoso sudah tidaklah muda lagi. Seharusnya, kata Aqua, Presiden memilih Kepala BIN dengan mempertimbangkan faktor usia. Jika dibandingkan dengan kepala BIN saat ini, yakni Marciano Norman akan terlampau jauh sekali.

“Dulu, ketika Sutiyoso menjabat sebagai Pangdam Jaya dengan pangkat Mayjen bintang dua, Marciano baru menjabat sebagai Wakil Asisten Operator Kepala Staf Kodam Jaya dengan pangkat Letkol atau melati dua. Dari sini saja kita bisa membayangkan kalau jarak antara senior dan yunior ini terlampau jauh,” terang Aqua.

Jika Sutiyoso berhasil menjabat sebagai Kepala BIN, tambah Aqua, diharapkan dirinya tidak merasa sungkan untuk menimba ilmu kepada yuniornya atau Marciano Norman. Hal ini supaya, intelejen negara makin efektif dalam bekerja dalam mendapatkan informasi yang valid untuk dipakai sebagai pengambilan keputusan oleh presiden.

“BIN ini salah satu unsur penting negara. Jadi memang perlu kerjasama antar anggota dan diharapkan supaya Sutiyoso tidak segan untuk menimba ilmu dari yuniornya,” tandas pakar komunikasi tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge