0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awal Kemarau, 6 Waduk di Sragen Mengering

dok.timlo.net/agung widodo
Kondisi Waduk Botok di Kecamatan Kedawung kering tidak ada air (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Memasuki musim kemarau tahun ini, sebanyak enam dari tujuh waduk yang tersebar di Kabupaten Sragen telah menyusut debit airnya. Dua waduk di antaranya bahkan sudah mengering. Untuk mengantisipasi gagal panen, petani disarankan memanam palawija.

”Air di Waduk Brambang dan Waduk Botok sudah mengering. Bahkan waduk Ketro dengan debit air paling banyak juga sudah mulai menyusut,” kata Kepala Bidang Pengairan Pertambangan dan Energi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Subagiyono, Kamis (18/6).

Subagiyono menjelaskan, dari tujuh waduk  di Sragen, hanya Waduk Kembangan di Desa Mojorejo, Kecamatan Karangmalang, yang masih menyisakan air. Debit air yang tertampung di waduk ini sesuai dengan kapasitas yakni 500.000 meter kubik.

Sementara Waduk Brambang di Desa Wonokerso, Kecamatan Kedawung dengan daya tampung 103.415 meter kubik, debit airnya telah menyusut dan tersisa 19.375 meter kubik per 28 Mei lalu.

”Selain Waduk Botok, Waduk Gembong di Desa Saradan, Karangmalang debitnya sudah 0 meter kubik. Itu adalah waduk terkecil yang ada di Sragen. Daya tampung air hanya mencapai 22.875 meter kubik,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tujuh waduk di Sragen mengalami penyusutan debit air. Namun demikian pihaknya memastikan pasokan air untuk lahan pertanian irigasi seluas sekitar 28.000 hektare aman hingga akhir MT (musim tanam) II. Sementara pada MT III (Juli-September), diprediksi menjadi puncak kemarau.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge