0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tradisi Padusan, Perang Air di Umbul Langse

dok.timlo.net/nanin
Perang-perang air di Umbul Langse,menjadi daya tarik tersendiri dalam tradisi Padusan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Padusan identik dengan mandi bersama di umbul. Namun di Umbul Langse, Nepen, Teras, Boyolali, padusan dikemas dengan tradisi Kepok-kepokan atau perang air. Meski dikemas sangat sederhana,kepok-kepokan mampu menarik pengunjung ke Umbul Langse.

“Kepok-kepokan atau perang air, saling lempar air, yang kena tidak boleh marah,” ujar Panitia Padusan, Lanjar, Rabu (17/6).

Kepok-kepokan atau perang air ini, para pengunjung saling menyerang dengan melempar air dalam plastik. Meski belum mengenal,tapi air plastik ini bisa dilempar ke siapapun. Biasanya yang menjadi sasaran adalah pengunjung yang hanya duduk-duduk dipinggir umbul. Bila kena lemparan air, terpaksa mereka turun ke umbul.

“Basah semua, terpaksa ikut mandi di umbul,” ujar Fajar warga Musuk, bajunya basah terkena lemparan air.

Meski begitu, Fajar mengaku tidak marah dan justru menikmatinya. Dirinya juga mengaku, tradisi kepok-kepokan ini baru dijumpai di Umbul Langse.

“Malah asyik, ada yang berbeda,” imbuhnya.

Event padusan dengan perang air ini mulai dijadikan tradisi di Umbul Langse, sejak tradisi padusan di gelar. Setiap tahun, pengunjung terus bertambah. Kebanyakan mengaku penasaran untuk ikut perang air. Tidak hanya
anak-anak, orang dewasapun juga turut serta saling serang.

“Kita ciptakan yang berbeda dari padusan,” tandas Lanjar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge