0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penari Fajar Satriadi Jadi Maskot SIPA 2015

maskot SIPA

timlo.net/Heru

Maskot SIPA

Solo – Gelaran Solo International Performing Art (SIPA) 2016 memang masih akan digelar dalam beberapa bulan ke depan. Namun geliatnya mulai bisa dirasakan sejak sekarang. Seperti saat Timlo.net mengunjungi sebuah studio foto di kawasan Jalan Slamet Riyadi Solo. Di sana sedang dilaksanakan pemotretan untuk Maskot SIPA 2015. Dalam pemotretan itu, desainer busana Joko SSP, mengisahkan sedikit tentang busana rancangannya yang digunakan dalam pemotretan.

“Konsepnya adalah Live in Contemporary World, karenanya saya merancang busana yang tradisinya dapet, tapi juga kesan kekiniannya juga menonjol. Dengan begitu kesan kontemporer akan lebih muncul,” ungkap Joko Selasa (16/6).

Maskot SIPA 2015 yang diperankan oleh seniman tari Fajar Satriadi menggunakan kostum yang terbuat dari bahan kulit, dengan aksen-aksen terbuat dari logam kuningan. Sekilas kostum yang dikenakan mirip dengan Beskap jawa, namun Beskap berwarna hitam ala Joko SSP ini dibuat tanpa lengan. Namun ada bagian yang menonjol keluar sebagai pelindung bahu seperti baju zirah perang kesatria. Baju ini menggunakan potongan asimetris yang tegas.

Di bagian kepala, terdapat mahkota kesatria ala Majapahit. Mahkota ini tidak menutupi seluruh kepala, melainkan hanya bagian depan dan samping saja. Mahkota jenis ini dipilih sebagai penggambaran seorang pangeran Majapahit.

“Dengan menggunakan model mahkota yang seperti itu, menegaskan bahwa maskot kita ini adalah sosok pangeran Majapahit, karena Raja tidak menggunakan mahkota seperti itu, melainkan menggunakan mahkota yang menutupi seluruh bagian atas kepala,” katanya.

Sebagai hiasan telinga, dipasang sumping telinga yang didesain khusus. Tatanan rambut khas Majapahit yakni Jegul tidak ditampakkan disini, Joko memilih mengurai rambut model untuk memunculkan kesan kontemporer. Dikedua tangan terpasang gelang Begel besar berwarna kuning emas.

Menilik bagian bawah, desainer Joko SSP, memilih celana panjang hitam dengan bahan bludru. Kain bermotif Parang dililitkan untuk menulup bagian luar celana. Namun kain ini bukanlah kain batik biasa. Joko SSP hanya mengambil motifnya yang kemudian diaplikasi ke jenis kain keras. Sebuah ikat pinggang warna emas melengkapi seluruh desain Majapahit kontemporer tersebut.

“Untuk sepatu kita sudah memikirkan untuk menggunakan sandal dengan tali khusus, namun saat pemotretan ini belum kita gunakan, karena nantinya dalam pagelara tari yang akan dibawakan, tidak menggunakan alas kaki,” katanya.

Dalam sajiannya SIPA 2015 akan menampilkan persembahan seni berupa tari dengan judul “Suara Angin”.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge