0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Dadakan Ramadan Diminta Tak Gunakan Badan Jalan

dok.timlo.net/nanin
Kuliner dadakan menjelang buka puasa (dok.timlo.net/nanin)

Solo — Seperti tahun-tahun lalu, memasuki bulan Ramadan dipastikan bermunculan pedagang dadakan di sore hari menjelang berbuka puasa. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo meminta pedagang dadakan tidak menggunakan bahu jalan untuk berjualan.

“Pedagang seyogyanya tidak berjualan di ruang lalu lintas, semisal bahu jalan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Lalu-Lintas Dishubkominfo Solo, Sri Baskoro, saat ditemui Timlo.net, Selasa (16/6) di ruang kerjanya.

Ditegaskannya, aktivitas pedagang seharusnya tidak mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu-lintas. Dengan berjualan di pinggir jalan, hal itu jelas-jelas mengganggu kelancaran lalu-lintas.

“Kalau jualan di badan jalan kan mengurangi kapasitas jalan. Itu juga menimbulkan kemacetan,” ujar dia.

Baskoro mendorong agar pedagang dadakan di bulan Ramadan di pinggir jalan direlokasi. Misalnya ke Benteng Vastenburg, Alun-alun Selatan atau ke halaman Stadion Manahan.

“DPP (Dinas Pengelola Pasar) mestinya merelokasi. Kalau di pinggir jalan, orang mau beli kan berhenti. Kalau ditabrak dari belakang bagaimana?” bebernya.

Di tahun lalu, beberapa titik jalan di Kota Bengawan menjadi kawasan penjual dadakan. Mereka menjajakan beraneka ragam makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Diantarany di kawasan belakang Stadion Manahan (Jl Menteri Supeno), belakang kampus UNS, Jl Ir Sutami, Jl Adi Sucipto dan beberapa jalan yang dekat dengan kampus dan sekolahan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge