0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peneliti Ungkap 4 Rahasia Kebahagiaan

Dok:Timlo.net/ Men's Health
(Ilustrasi) Tersenyum. (Dok:Timlo.net/ Men's Health)

Timlo.net—Hal apakah yang bisa kita benar-benar bahagia? Lupakan uang, kesehatan dan kesuksesan. Menurut sekelompok peneliti, yang perlu kita lakukan untuk memperoleh kebahagiaan hanyalah empat langkah yang ada dalam program 10 minggu untuk mengubah pola pikir.

Diciptakan oleh Mayo Clinic di Minnesota, program ini menggunakan serangkaian latihan yang bisa menolong melatih pikiran orang untuk memilih kebahagiaan. Dr. Amit Sood, yang memimpin penelitian ini, berkata 40 hingga 50 persen kebahagiaan kita tergantung pada pilihan yang kita buat dan fokus hidup kita setiap hari.

“Anda bisa memilih untuk hidup berfokus pada melakukan apa yang benar dan indah dalam hidup Anda,” kata Dr. Sood yang menjadi penulis buku baru, “The Mayo Clinic Handbook for Happiness: A Four-Step Plan for Resilient Living.”
“Kebahagiaan itu adalah sebuah kebiasaan,” katanya menambahkan. “Beberapa orang lahir dengan kebahagiaan; beberapa orang lainnya harus memilihnya,” terangnya.

Penelitian sebelumnya menunjukkan pikiran manusia dirancang untuk berfokus pada pengalaman negatif. Untuk para leluhur manusia, hal ini menolong mereka tetap hidup, menyediakan manfaat evolusioner saat berhadapan dengan bahaya.
Tapi dengan mengganti perspektif dari hal negatif dan berpikir positif akan membuat kita lebih bahagia dari yang kita sadari, kata Dr. Sood.

Memang hal ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. “Ada beberapa teknik sederhana yang bisa kita ulangi. Misalnya pikirkan apakah hal ini akan menjadi hal penting lima tahun mendatang? Jika tidak maka hal itu begitu berarti,” tambahnya.

Buku baru karya Dr. Sood mengajak para pembaca berfokus pada berbagai emosi poisitif berbeda setiap harinya misalnya pengampunan, rasa syukur dan kebaikan. Bagian pertama dari programnya melatih pikiran kita sehingga kita memiliki kekuatan mengendalikan apa yang kita pikirkan.

Latihan pengendalian pikiran ini disebut teknik 5-3-2. Contoh latihan ini adalah di pagi hari kita diminta memikirkan lima orang dalam hidup kita yang membuat kita merasa bahagia.

Untuk tiga menit pertama saat berjumpa dengan anggota keluarga, temui mereka seolah mereka teman yang sudah lama tidak berjumpa, saran Dr. Sood.

Dan dia berkata dua atau tiga detik pertama saat bertemu orang lain, doakan hal yang baik untuknya dalam hati, “Semoga Anda sehat.”

Langkah kedua dalam buku ini adalah membangun ketahanan emosi lewat rasa syukur, belas kasihan, penerimaan dan pengampunan. “Saat hal-hal yang salah terjadi dalam hidup, berfokuslah pada hal-hal yang benar yang terjadi di dalam hal salah itu,” terang Dr. Sood.

Langkah ketiga dalam buku ini memperkuat hubungan antara pikiran dan tubuh kita. Sood mendorong kita mencoba berbagai aktivitas untuk membuat pikiran rileks termasuk membaca, berolahraga, mendengarkan musik, berdoa, menikmati seni, meditasi dan yoga.

Dan yang terakhir, orang harus memilih kebiasaan yang sehat termasuk berolahraga dan makan yang sehat dan bersikap rileks.

“Kita seringkali menganggap hidup terlalu serius. Humor bisa menolong kita menikmati hidup,” jelasnya. Dr. Sood mengaku mengulang kebiasaan-kebiasaan di atas selama 10 minggu cukup untuk mengubah mindset kita.
Sumber: Daily Mail.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge