0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lukman Hakim : Bung Karno, Presiden Intelektual

Lukman Hakim

timlo.net/tyo eka

Lukman Hakim

Solo – Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, merupakan satu-satunya presiden intelektual Indonesia. Demikian diungkapkan Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan Universitas Sebelas Maret (UNS), Lukman Hakim.

“Bukunya banyak, konsepnya jelas, dan ditulis sendiri. Tidak ada setelah itu,” ujar Lukman ketika berbicara Pemikiran Bung Karno dan Nasionalisme, di Pusdiklat UNS, Solo, Senin (15/6).

Lukman mengemukakan, sejauh ini setelah Soekarno, tidak ada presiden yang menulis teks pidatonya ditulis sendiri. Apalagi kemudian Bung Karno memiliki cita-cita besar Nasionalisme, Marxisme dan Islam.

Karena itu, kata Lukman, sekarang kita memerlukan sekaligus menggali lagi konsep-konsep dasar yang pernah dikemukakan para pendiri bangsa ini untuk mencari semangat dari masyarakat Indonesia. Bahkan kalau perlu, menggali lebih dalam tentang konsep-konsep lama yang bermanfaat bagi bangsa ini.

Ia mencontohkan, bangsa Cina bisa survive  yang mereformasi masa lalu mereka. Seperti Kong Hu Cu sejak dulu menanamkan anti pengusaha tetapi pro petani. Karena pengusaha adalah kelompok yang untungnya paling banyak tapi beresiko kecil. Sementara petani beresiko besar tapi untungnya kecil.

“Sehingga dalam diri bangsa Cina disuruh produksi, maka bisa jalan. Karena membuat adalah pekerjaan mulia,” jelasnya.

Tetapi bangsa kita, kata Lukman, hal produktif belum ada, yang ada adalah konsumtif. Apalagi kalau ada barang yang baru, lebih ke konsumtif.

“Ini yang harus dicari betul bagaimana kira-kira yang membuat atau set up kembali bangsa kita berdasarkan pemikiran seperti Bung Karno, dimana kita harus mandiri di bidang ekonomi,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge