0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jalur Pendakian Merapi Mulai Dibuka

Jumlah Pendaki Dibatasi 500 Orang Perhari

Papan peringatan di pasang di New Selo

timlo.net/nanin

Papan peringatan di pasang di New Selo

Boyolali — Jalur pendakian di Gunung Merapi melalui Selo, Boyolali, mulai Selasa (16/6), kembali dibuka untuk umum. Jalur pendakian ditutup sejak 16 Mei lalu, setelah seorang pendaki Eri Yunanto, warga Sleman, terjatuh di kawah hingga tewas.

“Mulai besok kita buka, tapi kita lebih perketat syarat dan aturan pendakian,” ungkap Plt Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Kaliurang, Tri Atmojo, Senin (15/6).

Paska terjatuhnya Eri Yunanto ke Kawah Merapi, BTNG Merapi mulai memberlakukan peraturan ketat kepada pendaki. Selain itu, pendaki yang nekat ke puncak akan terpantau melalui CCTV yang terpasang di kawasan Merapi.

“Siapa yang nekat kepuncak akan terpantau, saat ini pendaki hanya boleh sampai pasar bubrah,” ujar Tri Atmojo.

CCTV milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) bisa dipantau di tiga lokasi, yaitu di Posko pendakian Selo, Kantor BTNGM Resort Selo, serta di kantor BTNGM Kaliurang. Selain CCTV, BTNGM juga memasang papan peringatan di Basecamp Barameru, New Selo dan Pos Pendakian.

“Kita juga membatasi pendaki sebanyak 500 orang perhari, kecuali event-event tertentu, seperti tahun baru dan 17 Agustus, maksimal 1.500 orang,” imbuhnya.

Disamping itu, rombongan pendaki minimal 3 orang, kurang dari itu, harus bergabung dengan rombongan lain. Petugas juga akan mengecek logistik dan perbekalan pendaki.

“Silahkan mendaki, tapi tetap harus mematuhi peraturan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge