0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyebab Mata Merah Sehabis Renang Bukan Klorin, Tapi Air Kencing

Dok: Timlo.net/ Google Images.
Berenang. (Dok: Timlo.net/ Google Images.)

Timlo.net—Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan Water Quality and Health Council dan National Swimming Pool Foundation untuk Healthy Swimming Program tahunan mereka. Dalam program ini mereka berusaha mengedukasi masyarakat di sana tentang bahaya kolam renang. Serta apa yang harus dilakukan supaya kita tetap bersih dan sehat saat berenang.

“Kami pikir berenang adalah sebuah aktivitas yang sangat fantastis,” kata Michael J.Beach, Ph.D., associate director CDC’s Healthy Water Program.

Lantas informasi apa yang dimiliki CDC yang mengejutkan? Sebagai permulaan, mata merah yang kadang-kadang kita alami setelah berenang bukan karena iritasi mata yang terkena klorin.

“Sebenarnya justru berkebalikan,” kata Beach. “Klorin mengikat semua hal yang mencoba menyakiti tubuh kita dan zat ini mengikat semua iritan kimia. Hal inilah yang melukai mata. Klorin yang mengikat air kencing dan keringat,” tambahnya.

Dia memberikan contoh lain tentang apa yang terjadi saat klorin mengikat air kecing dan keringat di kolam: batuk yang kita keluarkan saat berenang di kolam di dalam ruangan. Reaksi kimia di kolam membuat paru-paru teriritasi.

Beach menjelaskan bahwa ada peningkatan jumlah penyakit yang muncul dari kolam renang umum karena orang dewasa, anak-anak, atau bayi yang berenang saat menderita diare. “Kami menemukan ada sebuah kuman parasit baru yang kebal terhadap klorin,” katanya. “Kami perlu menjaga kuman ini supaya tidak menyebar di kolam. Kami perlu mencari pelindung tambahan,” terangnya.

Orang tidak perlu buang besar di kolam renang untuk menyebarkan penyakit. Hanya dengan memiliki kuman tertentu di dalam tubuh, bisa membuat mereka menyebarkan penyakit. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk mandi sebelum masuk ke kolam.

Dan kuman dari satu orang saja tidak cukup. “Jika kita berbicara tentang ribuan orang yang menggunakan kolam yang sama, maka jumlah kuman bisa bertambah signifikan,” kata Beach.

Untungnya ada cara untuk menghindari hal yang menjijikkan ini. Jangan berenang jika Anda sakit (untuk melindungi orang lain) atau saat memiliki luka terbuka (untuk melindungi diri sendiri). Jangan pernah buang air kecil di kolam.

Dan jangan berpikir danau dan laut lebih aman. Ya, air di danau dan laut lebih banyak sehingga memberikan kesan bahwa kuman kecil yang ada di dalam tubuh akan tercuci. Tapi, jika kita berenang dekat seseorang yang menderita diare, maka tidak ada perlindungan.

Sumber: Men’s Health.

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge