0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejari Wonogiri Diminta Ungkap Kasus-Kasus Lama

Ma'ruf Iranto (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri diminta fokus dalam menyelesaikan kasus dugaan korupsi dana hibah di tubuh KONI Wonogiri 2014. Selain itu, tersangka pun memastikan tidak akan melarikan diri.

“Jika saya layak jadi tersangka, saya rela,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Wonogiri, Ma’ruf Iranto saat dihubungi wartawan, Senin (15/6).

Menurutnya, ia tidak tinggal diam dan pasrah menerima nasib sebagai tersangka kasus dana hibah KONI 2014 sebesar Rp 750 juta saja. Dia pun melakukan upaya, yakni dengan konsultasi ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Hasilnya, Kejagung menyarankan untuk menerima status sebagai tersangka dan untuk kooperatif kepada Kejari.

“Inti pesan Kejagung pada Kejari, agar tidak berhenti pada kasus KONI, tetapi juga mengungkap kasus korupsi yang lama atau pun yang baru di Wonogiri,” katanya.

Sebagai tersangka, dia siap terbuka kepada tim penyidik Kejari dan tidak akan melarikan diri. Dia menyarankan kepada Kejari untuk fokus dalam penyelesaikan kasus KONI.

“Kalau dalam penyidikan kasus dana hibah KONI 2014 ada tersangka baru itu hasil kerja keras Kejari,” jelasnya.

Dikatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka belum pernah sekalipun dipanggil Kejari. Ma’ruf memuji kenerja Kejari yang sampai jauh ini telah menetapkannya sebagai tersangka. Dia juga memastikan pasca ditetapkannya ia menjadi tersangka, konflik di tubuh KONI bakal berakhir. Namun, siapa yang benar dan siapa yang bersalah bakal ditentukan di persidangan nanti.

“Sebagai tersangka, kapan pun saya dipanggil untuk diperiksa,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge